Menteri Bappenas Rachmat Pambudy Optimis Program Makan Bergizi Gratis akan Dorong Permintaan Baru Hasil Tani Lokal

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Selasa, 31 Desember 2024 | 12:31 WIB
Kepala Bappenas Rachmat Pambudy (Kalimantansatu.com/Dok. YouTube BPMI Setpres)
Kepala Bappenas Rachmat Pambudy (Kalimantansatu.com/Dok. YouTube BPMI Setpres)

KALIMANTANSATU.COM, JAKARTA - Menteri Bappenas Rachmat Pambudy optimistis program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan mendorong permintaan hasil pertanian lokal yang akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Rachmat Pambudy di kata sambutannya dalam acara Musrenbangnas (Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional) RPJMN 2025-2029, di Bappenas, Jakarta, Senin (30/12/2024).

Menurutnya, program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi pada anak-anak di sekolah dan ibu hamil semata.

Baca Juga: Penegasan Kepala Bappenas Rachmat Pambudy : RPJMN Targetkan 0 Persen Kemiskinan Ekstrem pada 2026

Akan tetapi juga akan mendorong permintaan baru terhadap hasil pertanian.

“Program makan bergizi akan mendorong permintaan baru terhadap hasil pertanian, pangan dan lapangan kerja, sarana dan prasarana logistik, dan permintaan ini akan menumbuhkan desa swasembada pangan, energi, dan air yang bersinergi dengan pengembangan hutan sebagai cadangan pangan, energi, dan air,” jelasnya.

Program Makan Bergizi Gratis juga disebut turut akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas dan akan menciptakan lapangan pekerjaan yang baru hingga pertumbuhan ekonomi kisaran 0,86% di awal tahun pertama RPJMN.

“Program ini tidak hanya memenuhi gizi ibu hamil, balita dan anak sekolah, tapi juga mendorong prestasi dan partisipasi siswa. PSN ini akan meningkatkan kejahteraan masyarakat luas, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,86% di tahun pertama RPJMN,” tuturnya.

Baca Juga: Optimistis dengan Perekonomian Indonesia Tumbuh 8 Persen, Presiden Prabowo Subianto : Banyak yang Tak Yakin, Kita Buktikan

Program ini pun dijelaskan termasuk salah satu Big Push Strategy yang akan dapat langsung dirasakan manfaatnya dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara signifikan.

“Ini adalah contoh Big Push Strategy yang langsung bisa dilaksanakan karena agregat demand yang besar diminta akan menimbulkan supply juga yang besar. Jadi, demand create supply ini akan menjadi dorongan pertumbuhan ekonomi yang luar biasa,” kata Menbappenas

Untuk itu, besar harapan program ini akan berdampak luas secara merata dan dirasakan kepada penerima manfaat tepat sasaran.

“Diharapkan program PSN ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah sehingga bisa menopang pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” tutupnya.

(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X