KALIMANTANSATU.COM - Apakah akar gigi tertinggal berbahaya ? Yuk ketahui 5 risiko akar gigi tertinggal di gusi atau tulang rahang.
Akar gigi tertinggal adalah kondisi sebagian atau seluruh akar gigi masih tertanam di dalam tulang rahang setelah proses pencabutan gigi.
Proses pencabutan gigi idealnya melibatkan pengangkatan seluruh struktur gigi, termasuk akarnya yang tertanam kuat di dalam tulang alveolar.
Sobat Kalimantan Satu, perlu diketahui mengabaikan kondisi akar gigi tertinggal bisa berdampak serius loh bagi kesehatan mulut. Apa saja ?
Baca Juga: 3 Penyebab Akar Gigi Tertinggal dan Tertanam di Dalam Gusi atau Tulang Rahang
Berikut ini beberapa risiko akar gigi tertinggal dikutip dari MHDC :
1. Infeksi
Akar gigi yang tertinggal menjadi tempat berkembang biaknya bakteri, yang dapat menyebabkan infeksi lokal atau bahkan menyebar ke bagian tubuh lain.
Infeksi ini bisa menyebabkan abses (pengumpulan nanah), selulitis (infeksi jaringan lunak), dan bahkan sepsis (infeksi yang mengancam jiwa) dalam kasus yang parah.
2. Kista
Tertinggalnya akar gigi dapat memicu pembentukan kista, yaitu kantung berisi cairan yang dapat merusak tulang rahang dan gigi di sekitarnya.
Kista ini dapat tumbuh besar dan menyebabkan kerusakan tulang yang signifikan.
3. Kerusakan gigi tetangga
Kondisi ini juga dapat menekan atau merusak akar gigi di sekitarnya, menyebabkan kerusakan gigi dan membutuhkan perawatan lebih lanjut, seperti perawatan saluran akar atau pencabutan gigi lainnya.