Rina Arano, Bintang Film Dewasa Jepang yang ditemukan Tewas Tanpa Busana

photo author
Febbri Yanto Susanto, Kalimantan Satu
- Sabtu, 2 Juli 2022 | 16:37 WIB
Rina Arano tewas telanjang bulat dengan posisi diikat di pohon.
Rina Arano tewas telanjang bulat dengan posisi diikat di pohon.

KALIMANTAN SATU - Bintang film dewasa Jepang, Rina Arano ditemukan tewas tanpa busana pada kawasan hutan di Hitachiota, Prefektur Ibaraki, Jepang.

Rina Arano dilaporkan hilang oleh keluarganya yang merasa khawatir karena kontak wanita usia 23 tahun itu tidak bisa dihubungi.

Pada 8 Juni 2022, polisi mulai melakukan pencarian terhadap Arano, mereka menemukan rekaman video dari CCTV yang terpasang di stasiun kereta api di Prefektur Ibaraki.

Baca Juga: Kento Yamazaki Kepergok Menginap Dirumah Suzu Hirose, Ternyata Begini Huburngan Mereka

Dari rekaman CCTV memperlihatkan Rina Rano masuk ke dalam mobil bersama seorang pria yang diketahui bernama Hiroyuki Sampei yang berusia 33 tahun.

Pria yang membawanya itupun ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus penculikan terhadap Rina Arano.

Jasad Rina Anaro berhasil ditemukan setelah upaya pencarian yang dilakukan selama 9 hari, dan ditemukan dalam keadaan tewas.

Baca Juga: AFC Cup 2022, Walau Menang Bali United FC Gagal Setelah Kedah Darul Aman Menang Telak dari Visakha FC

Aktris film dewasa tersebut sebelumnya dikabarkan hilang pada 5 Juni 2022 lalu, setelah dilakukan pencarian, polisi setempat menemukan jasadnya tewas dalam keadaan tanpa busana dan terikat disebuah pohon.

Pemain film dewasa Jepang Rina Arano lahir pada tahun 1999 silam. Saat ini diketahui bahwa ia berusia 23 tahun sejak ditemukan tewas.

Pemain film dewasa Jepang berusia 23 tahun tersebut merupakan penduduk asli Prefektur Tokyo, Jepang.

Sebelum tewas mengenaskan, Rina Arano memiliki ketertarikan di dunia seni seperti menari, bernyanyi, dan fashion.

Baca Juga: Jadwal Perempat Final Malaysia Open 2022, Bertemu dengan Kelas 1 Dunia, Anthony Sinisuka Ginting vs. Axelsen

Menurut majalah SheThePeople, Arano memasang tarif sekitar 1000 Dollar untuk setiap sesi pemotretan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Febbri Yanto Susanto

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X