KALIMANTANSATU.COM - Manajemen PT Singaraja Putra Tbk (SINI) memberikan klarifikasi terhadap rencana pengembangan bisnis kegiatan usaha Perseroan di bidang pertambangan oleh Entitas Anak Perseroan PT Dwi Daya Swakarya.
Perseroan menyampaikan dengan mempertimbangkan skala operasi, tahapan pengembangan tambang, serta kondisi pasar dan operasional, belanja modal (capex) tahun 2026 pada prinsipnya akan difokuskan untuk mendukung kegiatan operasional pertambangan diperkirakan sebesar Rp510 Miliar.
Angka itu termasuk Rp500 Miliar untuk pemeliharaan dan pengembangan infrastruktur tambang, serta infrastruktur pendukung yang pendanaannya disediakan oleh pihak ketiga yang bekerjasama.
"Kebutuhan modal kerja akan disesuaikan dengan rencana produksi dan aktivitas operasional yang terus berjalan, dengan estimasi kebutuhan modal kerja tahun 2026 untuk entitas anak Perseroan PT Dwi Daya Swakarya adalah sebesar Rp2,73 Triliun," ungkap Direktur Utama SINI, Amir Antolis dalam klarifikasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 29 Januari 2026.
Nantinya, modal tersebut dipenuhi dari hasil operasional anak usaha Perseroan.
"Sumber dana pemenuhan modal kerja dan belanja modal direncanakan diperoleh dari hasil kegiatan operasional anak usaha Perseroan," timpalnya.
Sebagai informasi, PT Singaraja Putra Tbk (SINI) didirikan pada tahun 2005 dan memulai operasi bisnis di bidang jasa akomodasi pada 2006.
Perusahaan ini mengelola Imperial Singaraja, sebuah hostel modern yang menyediakan tiga tipe kamar di kawasan strategis Lippo Cikarang.
Tipe-tipe kamarnya antara lain Singaraja Suite sebuah kamar tidur besar dengan jacuzzi, Spatel Suite kamar tidur yang nyaman dengan jacuzzi, dan Spatel Room, kamar modern dengan shower air panas.
Pada tahun 2018, perusahaan mengakuisisi PT Interkayu Nusantara, sebuah perusahaan pengolahan kayu, terutama untuk furnitur perumahan yang berlokasi di Curug, Tangerang.
(*)
Artikel Terkait
Jumlah Investor Pasar Modal Indonesia Tembus 21 Juta SID ! IHSG Sepekan Ditutup Bervariasi Selama Periode 23-30 Januari 2026
Diskusi ISI : Bedah Konsep Strategis Amerika Serikat di Era Trump dan Dampaknya terhadap Keamanan Indo-Pasifik, Uji Peran Indonesia
Apa itu Quasimodo Pattern Dalam Analisa Teknikal Saham ? Wajib Tahu ! Ketahui Jenis, Cara Membaca, Kelebihan dan Kekurangannya
Apa itu Belt Hold Saham Trading ? Ada 2 Jenis Sob, Ketahui Contoh Cara Menggunakan dan Memanfaatkannya saat Investasi
IHSG Bergejolak Setelah Pengumuman Rebalancing MSCI 2026 ! Menko Airlangga Hartarto Beberkan Langkah Demutualisasi BEI, Satu Diantaranya Free Float
BI dan Pemerintah Indonesia Sepakat Perkuat Sinergitas Kendalikan Indeks Harga Konsumen Tetap Dalam Kisaran Sasaran 2,5±1% pada 2026
Bank Indonesia Bongkar Strategi Pengelolaan Cadangan Devisa di Tengah Ketidakpastian Global dan Volatalitas Pasar Keuangan, Ada Peluang Pertumbuhan ?
Apa itu Indikator ADX Saham ? Salah Satu Teknik Unggulan Trading ! Terkadang Average Directional Index Digunakan Trader untuk Mendeteksi Kekuatan Tren
2 Cara Menggunakan Indikator ADX Saham untuk Trading ! Bisa Sebagai Validator Sinyal Jual/Beli dan Detektor Situasi Trending/Sideways
Terungkap Alasan Bank Negara Indonesia Rencana Buyback Saham BBNI Rp1,5 Triliun ! Apakah Terkait Fundamental Perusahaan ?