investasi

Rangkuman Kabar Saham Hari Ini 7 Agustus 2025 untuk Insight 8 Agustus 2025 : Dua Direksi Jual Saham SSIA Hingga Garudafood Kembangkan KEJU

Kamis, 7 Agustus 2025 | 23:27 WIB
Ilustrasi pasar saham (Pixabay/Pexels)

Trump sendiri pada pekan lalu memang mengecualikan beberapa produk tembaga — misalnya, produk tembaga olahan (refined copper) — dari tarif sebesar 50% untuk komoditas tembaga.

Selain tembaga, Rosan mengeklaim bahwa pemerintah telah meminta kepada AS agar beberapa komoditas lain — termasuk nikel — diberikan penurunan tarif.

Amerika Serikat Terapkan Tarif Tambahan 25% Barang-barang India

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Rabu (6/8) mengenakan tarif tambahan sebesar 25% atas barang–barang asal India, menyusul berlanjutnya pembelian energi Rusia oleh India.

Tarif tambahan ini membuat barang–barang asal India akan dikenakan total tarif 50% oleh AS.

Adapun tarif tambahan untuk India akan mulai berlaku dalam 21 hari sejak perintah Trump terbit pada Rabu (6/8/2025).

Langkah Trump ini diambil setelah AS gagal mencapai kesepakatan dengan Rusia untuk mengakhiri perang di Ukraina.

Kepabeanan China Tumbuh

Kepabeanan China mencatat bahwa ekspor China pada Juli 2025 tumbuh +7,2% YoY menjadi 321,8 miliar dolar AS (vs. Juni 2025: +5,85 YoY), melampaui ekspektasi konsensus di level +5,4% YoY dan menandai pertumbuhan ekspor tertinggi sejak April 2025.

Hasil tersebut didorong oleh pertumbuhan ekspor ke Uni Eropa, Asia Tenggara, Australia, Hong Kong, dan pasar lainnya, yang dapat mengimbangi tren penurunan ekspor ke AS sebesar double digit dalam 4 bulan beruntun.

Cadangan Devisa RI Turun

Bank Indonesia mencatat bahwa cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2025 turun ke level 152 miliar dolar AS (vs. Juni 2025: 152,6 miliar dolar AS).

Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah.

Posisi cadangan devisa pada akhir Juli 2025 setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Ketidakpastian Tarif Trump, Perusahaan Suzano SA Pangkas Produksi Pulp

Halaman:

Tags

Terkini