Perusahaan Brasil, Suzano SA, pada Rabu (6/8/2025) mengumumkan akan memangkas produksi pulp sebesar 3,5% atau 450.000 ton dalam 12 bulan ke depan.
Langkah ini dilakukan setelah negosiasi dengan klien di China — yang merupakan pasar terbesarnya — terhambat oleh ketidakpastian tarif perdagangan Presiden Donald Trump.
CEO Suzano, João Alberto Abreu, mengatakan bahwa negosiasi terkait harga pulp terhambat oleh ketidakpastian politik, khususnya di tengah ekspektasi peningkatan pasokan ke China akibat pengurangan pasokan ke AS.
Meski pulp dikecualikan dari tarif 50% yang dikenakan oleh AS kepada barang–barang dari Brasil, Abreu menyebut bahwa ketidakpastian masih cukup memengaruhi perdagangan.
Disclaimer : Artikel ini hanya bersifat informasi. Bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham tertentu. Semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab kami melainkan tanggung jawab masing-masing investor
(*)