Peningkatan Beban Usaha di Semester I 2025
Sjafardamsah menjelaskan, peningkatan beban usaha pada semester I tahun 2025 utamanya disebabkan oleh langkah strategis Perseroan dalam memperkuat aktivitas pemasaran dan operasional sebagai bentuk investasi jangka menengah untuk mendukung pertumbuhan penjualan di periode mendatang.
Dalam industri properti, kata dia, proses konversi dari kegiatan pemasaran menjadi penjualan memerlukan waktu yang relatif panjang.
Calon konsumen umumnya melalui beberapa tahapan sebelum melakukan pembelian, mulai dari survei lokasi, diskusi dengan keluarga, hingga proses negosiasi.
"Oleh karena itu, peningkatan beban usaha pada periode berjalan merupakan konsekuensi dari strategi investasi di awal yang diharapkan akan memberikan hasil yang optimal pada periode berikutnya," ujarnya.
Aset Tidak Lancar Meningkat
Sementara itu, peningkatan aset tidak lancar REAL terutama berasal dari kegiatan pengembangan aset lahan yang belum siap untuk dijual.
Perseroan melakukan sejumlah tahapan seperti perapihan, cut and fill, pembenahan infrastruktur dasar, serta pengurusan perizinan.
"Langkah-langkah ini kami lakukan agar nantinya aset tersebut dapat berubah menjadi inventory atau aset siap jual. Dengan kata lain, peningkatan pada pos aset tidak lancar ini merupakan bagian dari proses pengembangan yang sedang kami lakukan untuk mendukung penjualan di periode mendatang," paparnya.
Hambatan Kegiatan Usaha
Dalam menjalankan kegiatan usaha, terang Sjafardamsah, Repower Asia Indonesia tentu menghadapi sejumlah tantangan.
Antara lain terkait dinamika pasar properti, daya beli masyarakat yang sampai saat ini masih belum pulih, serta faktor regulasi dan pembiayaan.
"Perseroan senantiasa berupaya mengantisipasi hal tersebut melalui strategi pemasaran yang tepat, efisiensi operasional, dan pengelolaan risiko yang hati-hati," katanya.
PPNDTP Beri Dampak Signifikan