Di sektor kimia, pembangunan Pabrik Chlor-Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon telah mencapai 33% penyelesaian, menandai tonggak penting menuju kemandirian kimia nasional Indonesia.
"Grup juga memperkuat kapabilitas infrastruktur dan logistik melalui ekspansi portofolio CDI Group, sementara Barito Renewables mencatat kemajuan operasional penting, termasuk penyelesaian proyek retrofit serta Binary Salak (24.3MW)— menegaskan jalur pertumbuhan menuju kapasitas energi terbarukan sebesar 2.3 GW pada tahun 2032," imbuh Agus memaparkan.
Ke depan, ujar dia, Barito Pacific tetap teguh pada perjalanan transformasinya — sebuah perjalanan yang ditandai oleh inovasi, ketangguhan, dan pertumbuhan yang disiplin.
"Kami akan terus memperkuat bisnis melalui ekspansi strategis, menjaga disiplin pengelolaan modal, serta melakukan daur ulang modal untuk membuka peluang baru. Dipandu oleh visi jangka panjang kami, kami yakin bahwa upaya-upaya ini tidak hanya akan menjaga momentum pertumbuhan, tetapi juga menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemegang saham," pungkasnya.
Sebagai informasi, EBITDA BRPT konsolidasi meningkat menjadi USD 2,219 juta, terutama didorong oleh bargain purchase accounting terkait akuisisi Aster, pengendalian biaya yang disiplin dan efisiensi operasional.
Tidak hanya itu, didorong oleh pengakuan akuntansi bargain purchase, BRPT mencatat peningkatan signifikan pada laba bersih setelah pajak, yang mencapai US$1,819 juta untuk periode tersebut.
Sementara itu, Per September 2025, akuisisi Aster dan akuisisi lanjutan berkontribusi terhadap peningkatan total aset BRPT menjadi US$16,011 juta.
BRPT juga berhasil memperbaiki rasio utang bersih terhadap ekuitas dari 0.72x menjadi 0.54x, sebagai hasil dari penerapan akuntansi pembelian dengan harga menguntungkan, yang menyebabkan kenaikan ekuitas sebesar 52% menjadi US$6,374 juta.
Struktur permodalan yang semakin kuat ini menempatkan BRPT pada posisi yang solid untuk menjaga neraca yang sehat dan terus mendukung rencana ekspansi kami di masa depan.
(*)