KALIMANTANSATU.COM, JAKARTA - Di tengah pasar semen domestik yang masih mencatat kontraksi sebesar 2,4% sepanjang tahun berjalan, PT Cemindo Gemilang Tbk CMNT) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain dengan kinerja paling tangguh di industri.
CMNT berhasil mencatatkan pertumbuhan laba usaha konsolidasian secara signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya — capaian yang mencerminkan efektivitas strategi dan ketahanan bisnis Cemindo di tengah tekanan pasar.
Pertumbuhan Berkelanjutan di Tengah Dinamika Pasar
Selama sembilan bulan pertama tahun 2025, industri semen nasional masih dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari perlambatan proyek infrastruktur, tekanan daya beli di segmen ritel, hingga ketidakpastian global.
Meski demikian, Cemindo berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan positif berkat penguatan strategi pemasaran, efisiensi jaringan distribusi, dan fokus pada wilayah utama seperti Jawa dan Sumatera yang menunjukkan permintaan ritel relatif stabil.
Segmen semen kantong mencatat peningkatan signifikan melalui penguatan jaringan di wilayah dengan potensi pertumbuhan tinggi, sementara segmen semen curah menunjukkan kinerja solid berkat kolaborasi strategis dengan mitra proyek swasta.
Di sisi lain, pasar ekspor turut memberikan kontribusi positif seiring peningkatan volume pengiriman dan perluasan kemitraan jangka panjang di berbagai negara.
Kinerja Keuangan dan Operasional yang Menguat Signifikan
Pendapatan konsolidasi Perseroan sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025 tercatat stabil, dengan kontribusi utama berasal dari bisnis semen di Indonesia.
Efektivitas strategi dan penguatan operasional mendorong kenaikan laba usaha yang kuat, sehingga berkontribusi pada peningkatan laba usaha konsolidasian Perseroan secara signifikan.
Capaian ini sejalan dengan pertumbuhan volume penjualan domestik di Indonesia yang berhasil melampaui tren kontraksi pasar.
Capaian tersebut turut didukung oleh langkah optimalisasi rantai pasok, peningkatan utilisasi infrastruktur logistik internal seperti terminal dan pabrik pengemasan, serta perbaikan sistem perencanaan distribusi dan efisiensi energi.