investasi

Kabar Saham Hari Ini : Prodia Widyahusada (PRDA) Hadirkan Next Generation Laboratory Lewat Layanan Prodia Clinical Multiomics Centre (PCMC), Apa itu ?

Senin, 17 November 2025 | 08:10 WIB
Kabar Saham Hari Ini : Prodia Widyahusada (PRDA) Hadirkan Next Generation Laboratory Lewat Layanan Prodia Clinical Multiomics Centre (PCMC), Apa itu ? (Tim Produksi Kalimantansatu.com)

KALIMANTANSATU.COM, JAKARTA - PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) meresmikan Prodia Clinical Multiomics Centre (PCMC) by Mass-Spectrometry Technology pada 15 November 2025.

Momen ini bertepatan dengan 14 tahun berdirinya laboratorium mass spectrometry.

PCMC mengusung pendekatan multiomics yang memungkinkan deteksi dini penyakit dan strategi pengobatan personal, sekaligus memperkuat komitmen Prodia menghadirkan precision medicine dengan hasil pemeriksaan yang akurat dan sesuai kebutuhan pasien.

Layanan ini diresmikan secara simbolis oleh Andi Widjaja, PhD, MBA., selaku Founder dan Komisaris Utama PT Prodia Widyahusada Tbk, Dr. Dewi Muliaty, M.Si, selaku Direktur Utama PT Prodia Widyahusada Tbk, Dr. Lies Gantini, M.Si selaku Vice President Diagnostic Operations PT Prodia Widyahusada Tbk, disaksikan jajaran Direksi dan Dewan Komisaris Prodia, serta sejumlah tamu yang hadir dari kalangan profesi dokter, pelanggan, dan beberapa mitra strategis Grup Prodia.

Baca Juga: Kabar Saham Hari Ini : Terungkap, 3 Risiko Utama yang Dihadapi Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) dalam Operasional Bisnis Sepanjang Tahun 2025 ! Apa Saja ?

Komisaris Utama & Founder Prodia, Andi Widjaja mengapresiasi peresmian Prodia Clinical Multiomics Centre yang semakin melengkapi dan mempermudah akses layanan laboratorium mass spectrometry bagi pelanggan Prodia.

“Prodia turut berbangga karena berkesempatan memperkenalkan konsep multiomics melalui Prodia Clinical Multiomics Centre ini. Inovasi ini menjadi bukti komitmen Prodia dalam mendukung pengobatan individual dan presisi (personalized & precision medicine) dengan mengedepankan tes-tes multiomics dengan teknologi mass spectrometry yang sudah kami kembangkan sejak 14 tahun lalu," ungkap Andi Widjaja dalam keterangannya, Sabtu (15/11/2025).

Inisiatif ini diharapkan menjadi sarana deteksi dini penyakit degeneratif yang menjadi kunci pengendalian risiko dan manajemen yang lebih baik untuk pelanggan, serta memperluas jenis pemeriksaan lab dapat diperiksa agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

"Hingga saat ini, Prodia dapat memeriksa lebih dari 140 jenis biomarker lab kesehatan, seperti asam amino, asam lemak, vitamin, hormon, logam berat dan mineral melalui teknologi mass-spectrometry," timpalnya.

Baca Juga: Kabar Saham Hari Ini : Sekar Bumi (SKBM) dan Bumi Pangan Utama Terima Pinjaman Gede dari Bank Maybank Indonesia, Bakal Digunakan Untuk Apa ?

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty menerangkan, Prodia memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan teknologi mass spectrometry, baik untuk layanan diagnostik pelanggan maupun kontribusi penelitian pada ilmu kedokteran diagnostik.

“Visi kami adalah menjadi layanan kesehatan terpercaya yang menunjang pengobatan generasi baru dan center of excellence diagnostik di Indonesia. Selama lebih dari satu dekade, kami konsisten berinovasi menghadirkan layanan yang proaktif, preventif, dan personal melalui teknologi ini," kata Dewi.

Selain digunakan dalam pelayanan sehari-hari, mass spectrometry juga kami kembangkan untuk riset ilmiah yang telah dipublikasikan di forum nasional maupun internasional.

Prodia bahkan terdaftar dalam program Newborn Screening dari Central for Disease Control and Prevention (CDC), serta diakui telah memenuhi standar mutu global melalui akreditasi College of American Pathologist (CAP).

Halaman:

Tags

Terkini