"Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan standar layanan kelas dunia yang relevan dengan kebutuhan kesehatan masyarakat Indonesia saat ini dan di masa depan,” pungkasnya.
Prodia Clinical Multiomics Centre (PCMC) menghadirkan lebih dari 140 jenis biomarker (penanda) yang dapat diukur dengan pendekatan multiomics, yaitu metode yang mengintegrasikan berbagai clinical omics untuk memahami kondisi tubuh secara menyeluruh, mulai dari membantu mendeteksi tanda-tanda dini penyakit, memprediksi risiko kesehatan, sekaligus merancang strategi pengobatan yang lebih personal sesuai dengan kondisi unik tiap individu.
Dalam penerapannya, PCMC didukung teknologi mutakhir seperti mass spectrometry dan kromatografi yang mampu menganalisis ribuan metabolit dengan tingkat akurasi tinggi, sehingga memberikan gambaran lengkap dan mendalam tentang bagaimana tubuh menjalankan metabolisme dan merespon gangguan hingga menggambarkan situasi kesehatan.
Melalui integrasi multiomics dan dukungan teknologi tersebut, PCMC membuka peluang besar bagi pengembangan layanan kesehatan yang lebih personal, presisi, dan berbasis kebutuhan masing-masing individu.
Layanan ini sudah terhubung dengan seluruh cabang Prodia sehingga dapat diakses lebih mudah oleh masyarakat luas.
Salah satu praktisi kedokteran yang juga mendukung peluncuran Prodia, Prof. Dr. dr. Noroyondo Wibowo, Sp.OG, Subsp.KFM, menyampaikan bahwa informasi yang diperoleh dari teknologi ini dapat membantu memahami fisiologi hingga tingkat selular melalui parameter-parameter metabolomik.
“Dalam hal ini, teknologi berbasis mass spectrometry memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi zat yang dibutuhkan tubuh, mulai dari pra zat aktif, zat aktif, hingga proses metabolisme atau inaktivasi yang mencerminkan episode yang terjadi di dalam sel," ujarnya.
"Dengan dukungan teknologi cellular dissection, pemeriksaan dapat dilakukan hingga pada tingkat dinding sel, sitoplasma, dan organel-organel sel lain untuk menilai kondisi serta kecukupan nutrisi," jelasnya.
"Pendekatan ini diharapkan mampu menentukan parameter cellular wellness dan cellular stemness pada tiap organ serta mengorelasikannya dengan kadar di perifer,” tandasnya.
(*)
Artikel Terkait
Berapa Harga Dividen Saham MEDC yang Dibagikan pada 28 November 2025 ? Terbaru, Direksi Medco Energi Internasional Sudah Tetapkan Kurs Tengah BI
Pesan OJK untuk Generasi Muda yang Ingin Terjun di Saham, Obligasi dan Reksa Dana : Pasar Modal Bukan Arena Spekulasi atau Perjudian, Tapi Investasi
Kabar Saham Hari Ini : Bukit Asam (PTBA) Terima Fasilitas Pinjaman Berjangka Senior Rp3,56 Triliun dari BRI, Bank Mandiri dan BNI ! Bakal Untuk Apa ?
Kabar Saham Hari Ini : 50% Lewat Jatuh Tempo, Ancara Logistics Indonesia (ALII) Buka Suara Soal Penyebab Piutang Usaha Belum Tertagih
Kabar Saham Hari Ini: Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) Dapat Pinjaman Berjangka Sebesar USD100 Juta dari MUFG Singapura, Bakal Digunakan Untuk Apa?
Kabar Saham Hari Ini : Bumi Resources (BUMI) Terbitkan Obligasi Rp780 M untuk Akuisisi 2 Perusahaan Tambang dan Beri Pinjaman Wolfram Limited
Kabar Saham Hari Ini : OREX SAI dan SURGE (WIFI) Luncurkan Implementasi Penuh 5G FWA untuk Menyediakan Internet Terjangkau di Seluruh Indonesia
Kabar Saham Hari Ini : Mulia Boga Raya (KEJU) Umumkan Rencana Tender Offer Pengendali Saham Baru Dengan Harga Rp614 per Lembar
Kabar Saham Hari Ini : Sekar Bumi (SKBM) dan Bumi Pangan Utama Terima Pinjaman Gede dari Bank Maybank Indonesia, Bakal Digunakan Untuk Apa ?
Kabar Saham Hari Ini : Terungkap, 3 Risiko Utama yang Dihadapi Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) dalam Operasional Bisnis Sepanjang Tahun 2025 ! Apa Saja ?