KALIMANTANSATU.COM - Tidak sedikit trader yang tetap terlambat masuk posisi atau justru terjebak saat momentum saham mulai melemah.
Hal tersebut terjadi karena chart pada dasarnya bersifat lagging, sementara pergerakan market berlangsung secara real-time setiap detiknya.
Berkaca dari kondisi itu, kini semakin banyak trader aktif mulai mengombinasikan analisis teknikal dengan data transaksi real–time untuk membaca pergerakan pasar secara lebih presisi.
Saat mengetahui aliran transaksi yang sedang terjadi, maka kita bisa melihat dinamika supply dan demand lebih cepat sebelum pola benar-benar terbentuk di chart.
Transaksi real-time itu dapat dipantau melalui data running trade untuk membantu membaca momentum pasar lebih awal.
Melalui data transaksi real–time, para trader dapat melihat bagaimana aktivitas buyer dan seller bergerak secara langsung, termasuk apakah terjadi akumulasi besar, distribusi, atau lonjakan volume yang tidak biasa.
Apa Itu Running Trade Saham ?
Mengutip Ajaib Sekuritas, Running trade adalah data transaksi saham yang berjalan secara real–time selama jam perdagangan berlangsung.
Di dalam running trade terdapat informasi seperti harga transaksi, volume lot, waktu transaksi, hingga broker pembeli dan penjual.
Running trade bisa diibaratkan sebagai “CCTV” pasar saham lantaran memperlihatkan aktivitas transaksi yang sedang terjadi secara langsung.
Dari data tersebut, para trader dapat melihat seberapa aktif suatu saham diperdagangkan dan bagaimana tekanan beli maupun tekanan jual terbentuk.
Sebagai edukasi, berikut ini beberapa informasi penting yang biasanya muncul pada running trade:
- Time: Waktu transaksi terjadi
- Price: Harga transaksi saham
- Lot: Jumlah lot yang diperdagangkan
- Action: Buy atau sell aggressor
- Buyer Broker: Broker pembeli
- Seller Broker: Broker penjual
Mengapa Running Trade Penting untuk Trader Saham ?