"Mereka sampaikan jika Kandir dari Pontianak sedang dalam perjalanan menuju PT Limpah Sejahtera untuk berjumpa dengan keluarga dan mendiskusikan segala bentuk tanggung jawab perusahaan. Kami tunggu sampai siang dan sampai sore hari ini. Kandir tidak datang dan pihak PT Limpah Sejahtera menghilang,” terang Darius.
Darius mengaku kecewa dengan sikap PT Limpah Sejahtera yang dianggap membohongi keluarga dan korban.
Bawa Jenazah Natalia ke Kantor PT Limpah Sejahtera
Sebagai bentuk protes dan kemarahan keluarga, jenazah Natalia dibawa ke Kantor PT Limpah Sejahtera.
Jenazah hingga saat ini masih berada di dalam mobil ambulance dan terparkir di halaman kantor itu.
Informasi dari salah satu keluarga, disampaikan bahwa, sebelum ada pertanggungjawaban dari PT Limpah Sejahtera maka massa yang terdiri dari keluarga dan para pekerja sawit akan terus menunggu bersama jenazah korban.
“PT Limpah Sejahtera tidak bertanggung jawab. Kami menuntut tanggung jawab atas kematian anak kami. Harusnya siang ini jenazah anak kami ini sudah dikebumikan, namun akibat tidak bertanggung jawabnya mereka maka kami terus bertahan di sini,” jelas sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Ia menambahkan, semua staf PT Limpah Sejahtera saat ini tidak ada di kantor dan hanya satpam yang berjaga.
“Mereka sudah lari sembunyi. Kami minta kejelasan dan tanggung jawab. Jika tidak massa akan bertindak brutal dan tidak bisa dikendalikan,” tegasnya.
"PT Limpah Sejahtera harus bertanggung jawab dan datang bertemu keluarga. Jangan menipu kami dan hilang begitu saja," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, ratusan massa yang terdiri dari keluarga dan para pekerja sawit masih bertahan di halaman Kantor PT Limpah Sejahtera dengan jenazah Natalia.
SuluhDesa.com juga sedang berupaya melakukan konfirmasi kepada pimpinan PT Limpah Sejahtera dan Pemerintah Kabupaten Ketapang.
(*)
Artikel Terkait
Sejarah Tangsi Belanda Melawi di Nanga Pinoh Kalimantan Barat ! Pernah Menjadi Rumah Penjara Pahlawan Nasional Raden Tumenggung Setia Pahlawan
Mengenal Taman Nasional Betung Kerihun Kapuas Hulu Kalimantan Barat ! TNBK Punya Keanekaragaman Ekosistem Sangat Tinggi, Cek Potensi Flora dan Fauna
Disetujui Mendagri ! Pendapatan Daerah Ditargetkan Sebesar Rp6,309 Triliun, Segini Postur APBD Kalbar Tahun Anggaran 2024
Nelayan Ketapang Ditemukan Meninggal Dunia. Sempat Menyelam Untuk Membetulkan Pukat yang Tersangkut, Namun Tak Muncul ke Permukaan
Hilang Saat Memancing, Jasad Perempuan Kapuas Hulu Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai Nanga Nuar