“Walaupun tahun ini festival Cap Go Meh dilaksanakan secara mini karena bertepatan dengan Pemilu, tapi kemeriahannya tak kalah dibanding perayaan Cap Go Meh seperti biasanya”, ucapnya.
Cap Go Meh sendiri merupakan akhir dari rangkaian perayaan tahun baru Imlek yang dilakukan tiap tanggal 15 pada bulan pertama penanggalan Tionghoa atau 2 minggu setelah Tahun Baru Imlek.
Cap Go Meh dilakukan dengan mengadakan parade dan arak-arakan di sepanjang jalan. Pada malam harinya, perayaaan dilanjutkan dengan mengadakan festival lampion.
Dalam perayaan Cap Go Meh, pertunjukan Barongsai merupakan lambang dari kepercayaan masyarakat Tionghoa.
Barongsai diyakini sebagai pertanda kesuksesan, keberuntungan dan pengusir hal-hal buruk.
Tak hanya barongsai, penampilan tatung juga menjadi tontonan yang menarik dan ditunggu - tunggu oleh para wisatawan.
(*)
Artikel Terkait
Pj Gubernur Kalbar Harisson Tak Ingin Pencegahan Stunting di Kalbar Hanya Retorika ! Minta Hal Ini Dilakukan Perangkat Daerah di Kalimantan Barat
Kunjungi Batu Belimbing Singkawang, Pj Gubernur Kalbar Apresiasi Kelurahan Nyarumkop dan Pokdarwis. Harisson : Desa Wisata Gerakkan Ekonomi Masyarakat
Perayaan Imlek Bersama 2575 Kongzili di Pendopo Gubernur Kalbar, Pj Gubernur Harisson Sebut Penguatan Komitmen Berbangsa dan Bernegara
Pj Gubernur Kalbar Harisson Pimpin RUPS Bank Kalbar Tahun Buku 2023 di Hadapan Dewan Komisaris, Direksi BPD Kalbar, Wali Kota dan Bupati