Dalam jangka pendek, oli palsu dapat menurunkan performa mesin akibat pelumasan yang tidak optimal dan dalam jangka panjang, dapat mempercepat kerusakan komponen dan menurunkan usia pakai mesin secara drastis.
“Beberapa pelumas palsu bahkan tidak mengandung aditif penting seperti deterjen atau dispersant yang penting bagi mesin. Hal ini bisa langsung merusak mesin. Untuk pelumas industri yang sangat spesifik, seperti pelumas kompresor, dampaknya bisa lebih fatal lagi,” tegas Tato.
Pertamina Lubricants juga menghimbau masyarakat untuk selalu membeli pelumas Pertamina dari distributor resmi dan terpercaya, seperti SPBU Pertamina, Fastron Auto Services, Enduro Motor Services, serta bengkel resmi lainnya. Pelanggan dapat mencari bengkel resmi terdekat melalui www.pertaminalubricants.com/bengkel.
Cara Membedakan Oli Asli dan Oli Palsu
Pertamina Lubricants juga mengimbau konsumen agar mengecek kemasan oli asli Pertamina sebelum melakukan pembelian.
Untuk membantu konsumen mengenali produk asli, Pertamina Lubricants telah menerapkan beberapa fitur keamanan pada kemasan produk, yakni:
1. QR Code di Stiker Label Anti-Counterfeiting Physical & Digital
QR Code pada stiker botol mengandung kode unik 9-10 karakter (angka & huruf acak).
Setiap botol memiliki QR Code berbeda—jika ada yang sama, produk tersebut palsu.
Saat dipindai, QR Code mengarah ke situs LUBES ID, yang menampilkan informasi produk, nomor QR, kode batch, jumlah scan, dan lokasi scan.
Konsumen harus memastikan data tersebut benar dan sesuai.
2. Tutup Botol dengan Hologram
Terdapat hologram original halus dengan karakter titik (dot) yang terlihat saat kemiringan 45 derajat.
3. Nomor Batch di Tutup dan Leher Botol
Terdapat 8 digit nomor batch dengan posisi lurus, tegak, dan sejajar.
Artikel Terkait
Babak Baru Korupsi Pertamina: 9 Tersangka Kasus Minyak Mentah Dilimpahkan ke JPU Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat
Presiden Amerika Serikat Donald Trump Sebut Israel dan Iran Sepakat Gencatan Senjata Penuh, Dimulai Bertahap dalam 24 Jam
Menko Pangan Zulkifli Hasan Ditunjuk Jadi Ketua Satgas Koperasi Merah Putih
Clear ! Dimas Anggara Minta Maaf Setelah Tampar Kiesha Alvaro
Wamen Polkam Lodewijk Freidrich Sebut 386 WNI Terjebak di Kawasan Konflik Iran, Klaim Sebagian Menolak Dievakuasi
Beda Klaim Iran vs Israel Setelah Donald Trump Umumkan Sepihak Perihal Gencatan Senjata di Medsos
Dampak Konflik Iran vs Israel Kian Melebar, Rosan Roeslani Klaim Arus Investasi Asing ke RI Belum Terganggu
Kemendagri Angkat Bicara Terkait Sengketa 13 Pulau Trenggalek-Tulungagung, Ternyata Ada 16 dan Sementara Masuk Wilayah Jatim
Kronologis Bareskrim Polri Temukan Ladang Ganja di Aceh Seluas 25 Hektare, 180 Ton Barang Bukti Dimusnahkan
Mediapreneur Talks Promedia 2025 Siap Digelar di Banten: Seminar Bisnis untuk Jurnalis hingga Pengusaha Media