KALIMANTANSATU.COM, PONTIANAK - Pemerintah Provinsi Kalimangan Barat (Pemprov Kalbar) bersama Tim Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kalimantan Barat terus berupaya menurunkan angka stunting.
Hal ini demi mewujudkan generasi Kalbar yang bebas dari stunting untuk Indonesia Emas 2045.
Sebagai upaya akselerasi, Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat Harisson bersama Penjabat (Pj) Ketua Tim Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kalimantan Barat Windy Prihastari meluncurkan Gerakan Kakak Asuh Stunting sebagai bentuk aksi para pemuda dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Sebelumnya, Pj Ketua TP-PKK Kalbar melakukan sosialisasi tentang pola asuh dan edukasi gizi kepada para pemuda - pemudi yang hadir.
Usai sosialisasi, Pj Gubernur dengan didampingi Pj Ketua TP-PKK Kalbar menuju ke Halaman Pendopo Gubernur Kalimantan Barat untuk berorasi bersama para pemuda dan mahasiswa yang telah menanti kehadiran orang nomor satu di Kalbar tersebut.
Pj Gubernur Kalbar Harisson mengatakan, momen peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2024 menjadi tonggak pemuda Kalbar membantu pemerintah dalam upaya menurunkan angka stunting di Kalbar.
"Hari ini juga pemuda di Kalbar melakukan deklarasi untuk menjadi KATING (Kakak Asuh Stunting). Pemuda-pemuda Kalbar ini berkomitmen untuk menjadi kakak asuh stunting yang akan memberikan bantuan, bahan makanan kepada anak-anak yang mengalami stunting di Kalbar," ungkap Harisson
Harisson mengapresiasi langkah pemuda Kalbar yang telah mendeklarasi untuk bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalbar maupun TP-PKK Kalbar serta seluruh stakeholder dalam mencegah dan menurunkan angka stunting.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada pemuda yang hari ini turut mendeklarasikan diri dan berkomitmen untuk menurunkan angka stunting di Kalbar. Saya harapkan dengan keterlibatan pemuda percepatan upaya penurunan angka stunting akan terjadi di Kalbar," ucap Harisson.
Dengan adanya keterlibatan pemuda dalam upaya penurunan angka stunting, kata Harisson, maka dapat memberikan pengetahuan kepada para pemuda.
Seperti edukasi tentang gizi dan pengetahuan tentang reproduksi hingga pola asuh anak.
"Sehingga nanti jika kelak mereka membentuk keluarga, mereka sudah paham bagaimana tentang gizi dan pola asuh yang dapat diterapkan di dalam keluarga. Mereka juga akan memahami ilmu gizi dan pola asuh. Tentunya dapat berbagi pengetahuan dan wawasan kepada sesama teman-temannya," harap Harisson.
Inovasi Menurunkan Stunting di Kalbar
Artikel Terkait
Kunjungi Anak Stunting di Putussibau Kapuas Hulu, Pj Ketua TP PKK Kalbar Windy Prihastari Imbau Kabupaten Kota Jalankan Program Orangtua Asuh
Pj Gubernur Kalbar Harisson dan Pj Ketua TP PKK Kalbar Windy Prihastari Beri Kado Ceria untuk Anak Penderita Kanker di RSUD dr Soedarso Pontianak
Pekan Gawai Dayak Kalbar 2024 Berlangsung pada 18-25 Mei 2024, Kadisporapar Kalbar Windy Prihastari : Sangat Potensi Masuk Kalender Event Nusantara
Target GOR Terpadu Ayani Berstandar Internasional Rampung 17 Juni 2024, Pj Gubernur Kalbar Harisson Optimis Siap Untuk Proliga Voli 2024 di Pontianak
Pembukaan PGD Kalbar 2024, Pj Gubernur Kalbar Harisson : Budaya Dayak dengan Keunikan dan Kekayaan Budayanya, Aset Bangsa yang Harus Dilestarikan
Petinju Kebanggaan Indonesia Asal Kayong Utara Daud Yordan Minta Restu ke Pj Gubernur Kalbar Harisson Sebelum Tanding Tinju Perebutan Juara Dunia Ke-4