“Penanggulangan TBC membutuhkan kolaborasi multisektor yang kuat. Indonesia menempati peringkat ke-2 dalam estimasi kasus dan kematian TBC di dunia. Sehingga, upaya penanggulangan harus dilakukan secara besar-besaran. Pemerintah juga akan melakukan penelitian penggunaan regimen obat TBC sensitif yang dapat mempersingkat pengobatan dari 6 bulan menjadi 4 bulan," jelasnya.
Pemerintah berkomitmen untuk terus berupaya menurunkan angka kasus TBC di Indonesia dan mencapai target eliminasi TBC pada tahun 2030.
Hal ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pengendalian inflasi dan penanggulangan TBC di Indonesia.
Menurutnya, strategi yang harus dilakukan sekarang dalam menanggulangi Tuberkulosis (TBC) di Indonesia adalah dengan memperkuat koordinasi lintas sektor pusat dan daerah dalam penanggulangan TBC, mempercepat intervensi di wilayah prioritas tinggi, mengoptimalkan peran serta masyarakat dan organisasi swasta dalam upaya penanggulangan TBC serta memantau dampak penanggulangan TBC terhadap perekonomian masyarakat.
(*)
Artikel Terkait
Beri Apresiasi TNI Gagalkan Penyelundupan 21,2 Kg Sabu di Perbatasan RI-Malaysia, Pj Gubernur Harisson Akui Wilayah Kalimantan Barat Sangat Rawan
PGRI Kalbar Sampaikan Sejumlah Pokok Pikiran, Pj Gubernur Kalbar Harisson Pastikan Beri Perhatian Terhadap Permasalahan Guru
Wastra Khas Kalbar Pukau Pengunjung Gelar Karya Kreatif Dialok, Ini Kata Pj Gubernur Harisson dan Pj Ketua Dekranasda Kalbar Windy Prihastari
Pj Gubernur Kalbar Harisson Serahkan Sapi Kurban untuk Masyarakat. Berat Sapi Kurban Presiden Jokowi Lebih dari 1 Ton