Pilgub Kalbar 2024 : Lasarus Singgung Calon Pemimpin yang Hobi Ngaku dan Klaim Hasil Kerja Orang Lain

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Kamis, 10 Oktober 2024 | 18:45 WIB
Ketua DPD PDIP Kalbar Lasarus saat buka Rakercabsus PDI Perjuangan Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang, dan Kabupaten Sambas, di Hotel Swiss Bellin Singkawang, Kamis 10 Oktober 2024. (Kalimantansatu.com/Ist)
Ketua DPD PDIP Kalbar Lasarus saat buka Rakercabsus PDI Perjuangan Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang, dan Kabupaten Sambas, di Hotel Swiss Bellin Singkawang, Kamis 10 Oktober 2024. (Kalimantansatu.com/Ist)

KALIMANTANSATU.COM, SINGKAWANG - Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat Lasarus menyinggung figur calon pemimpin yang suka mengklaim hasil kerja orang lain.

Fenomena seperti itu kerap terjadi saat musim kampanye Pilkada.

“Menjelang Pilkada ini, ya biasalah namanya juga usaha. Iya kan? Yang bukan kerjaan dia, ngeliat itu bagus, diakui saja. Padahal dia gak ada urusannya sama barang ini. Yang kerjaan dia sendiri gak beres, baru dia ngaku kerjaan orang. Yang kerjaan dia gak beres, gak diakuinya. Yang mana yang gak beres, tanya mbah Google,” ucapnya saat diwawancarai awak media seusai membuka Rakercabsus PDI Perjuangan Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang, dan Kabupaten Sambas, di Hotel Swiss Bellin Singkawang, Kamis 10 Oktober 2024.

Baca Juga: Ini Visi, Misi dan Program Ria Norsan-Krisantus Kurniawan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nomor Urut 2 di Pilgub Kalbar 2024

Sosok yang suka klaim hasil kerja orang lain, menurut Lasarus, merupakan ciri pemimpin yang tak jujur.

Seorang pemimpin, semestinya memberikan penjelasan sejujur-jujurnya agar tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.

“Maksud saya jujur ajalah. Ini APBN ini APBD. Itu hanya memilih saja bahwa ini sumbernya APBN ini sumbernya APBD karena masyarakat kita harus dikasi pencerahan. Ada kewenangan pemerintah pusat ada kewenangan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten,” timpalnya.

“Kita harus jelaskan kepada masyarakat pembangunan mana yang sumber dananya APBN, mana yang sumbernya APBD provinsi, mana yang sumber APBD kabupaten. Jadi pemimpin tuh harus menjelaskan ini secara jujur. Jangan dicampur aduk ini membuat orang jadi bingung tak mengerti,” tandas Lasarus..

Baca berita dan informasi menarik lainnya di Google News (Klik Tautan Ini)

(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X