Angka itu menunjukkan progres positif dalam kinerja penurunan stunting di Kalbar.
Lantaran jika dilihat dari hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, angka stunting Kalbar masih sebesar 29,8 persen.
Kemudian pada tahun berikutnya atau tahun 2022, angka stunting Kalbar hanya turun dua persen menjadi 27,8 persen.
Namun pada 2023 angka stunting Kalbar mampu ditekan sebesar 7,2 persen hingga menjadi 20,6 persen.
Kinerja positif percepatan penurunan stunting di Kalbar itu, tak lepas dari keseriusan Penjabat (Pj) Gubernur Kalbar Harisson, bersama Pj Ketua TP-PKK Kalbar Windy Prihastari Harisson.
Bersama stakeholder terkait, keduanya selalu mendorong agar upaya menurunkan stunting bisa terus menerus digencarkan.
Berbagai gebrakan, dan inovasi pun dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar, bersama TP-PKK Kalbar, dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta organisasi terkait dalam menurunkan angka stunting.
Pj Gubernur Kalbar Harisson yang hadir langsung dalam Rakornas tersebut, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota se-Kalbar yang telah berupaya menurunkan stunting.
Termasuk peran Forkopimda, TP-PKK Kalbar, seluruh organisasi wanita, dan Korpri Provinsi Kalbar.
Karena semua telah bergerak melaksanakan aksi nyata untuk turun langsung meningkatkan pengetahuan ibu hamil, ibu balita, dan remaja putri tentang gizi.
Serta melaksanakan aksi langsung dengan memberikan bantuan bahan makanan bergizi kepada keluarga yang memiliki anak stunting selama tiga bulan berturut-turut.
“Saya berharap kita terus memaksimalkan upaya percepatan penurunan stunting, target kita untuk 2024 (stunting) itu 14 persen saat ini baru 20,6 persen,” ungkap Harisson.
Harisson memastikan Pemprov Kalbar akan terus berupaya maksimal melakukan aksi-aksi nyata dalam upaya percepatan penurunan stunting.
Terutama dalam rangka mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) Kalbar yang mampu berperan pada Indonesia Emas tahun 2045 mendatang.
“Kami akan terus berupaya menekan stunting ini dengan aksi-aksi nyata, untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Upaya yang sudah berjalan selama ini, ada edukasi pola asuh dan pengolahan Makanan Pendamping ASI (MPASI) tepat gizi di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) seluruh kabupaten/kota.
Gerakan Orang Tua Asuh (Gota) stunting yang melibatkan perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kalbar. Lalu sinergitas organisasi wanita dalam peningkatan pengetahuan gizi keluarga, ibu dan remaja putri (Sinita Penjaga Ibu Jari).
Termasuk pula, program Kakak Asuh Stunting (Kating) yang mendorong partisipasi kalangan muda untuk peka dengan lingkungan sekitar.
Serta gerakan Inspeksi, untuk menyasar pelajar khususnya remaja putri di sekolah-sekolah.
Bahkan inovasi-inovasi tersebut kini secara resmi telah terdaftar di Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
Artikel Terkait
Hendak Sukseskan Program Prioritas Presiden Prabowo Subianto, Menko Polkam Budi Gunawan Bentuk 7 Desk Melibatkan Sejumlah Kementerian dan Lembaga
Presiden Prabowo Subianto Hapus Utang Macet Petani, Peternak, Nelayan dan UMKM Lainnya. Teken PP Nomor 47 Tahun 2024, Lanjutkan Usaha Riang Gembira
Presiden Prabowo Subianto Terima Kunjungan PM Singapura Lawrence Wong dengan Upacara Jajar Kehormatan dan Iringan Pasukan Berkuda di Istana Merdeka
Baru 15 Hari, Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto Sudah Bikin 6 Gebrakan Terobosan. Mulai dari Tangkap Puluhan Koruptor hingga Copot Pejabat
Kinerja Presiden Prabowo Subianto Diapresiasi Warganet hingga Banjir Doa
Presiden Prabowo Subianto Ucapkan Selamat ke Donald Trump Sebagai Presiden Amerika Serikat ke-47, Tekankan Perdamaian dan Stabilitas Dunia
Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Jajaran Kabinet Tak Main-main Atasi Judi Online, Narkoba, Penyelundupan dan Korupsi ! Hasan Nasbi : Jangan Ragu
Resmi Diteken Presiden Prabowo, Menkeu Sri Mulyani Anggap Kebijakan Penghapusan Utang Macet UMKM Strategis Dorong Perekonomian
Kumpulkan 5.360 Pejabat Pempus dan Pemda di Bogor, Presiden Prabowo Subianto Tekankan Efisiensi Selamatkan Uang Negara