Dorong Kedaulatan Teknologi dan Perkuat Daya Saing Ekonomi ! BRIN Fokus Kembangkan AI, Semikonduktor hingga Nuklir

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Kamis, 6 Agustus 2026 | 20:12 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto melihat teknologi pesawat saat pertemuan dengan jajaran Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Halaman Tengah Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/8/2026) sore. (Kalimantansatu.com/Dok. Bakom RI)
Presiden RI Prabowo Subianto melihat teknologi pesawat saat pertemuan dengan jajaran Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Halaman Tengah Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/8/2026) sore. (Kalimantansatu.com/Dok. Bakom RI)

KALIMANTANSATU.COM - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengintensifkan riset serta inovasi di ranah teknologi strategis, mulai dari teknologi nuklir hingga kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI).

Langkah ini diambil sebagai upaya nyata memacu pertumbuhan ekonomi nasional secara berkesinambungan.

Kepala BRIN Arif Satria mengungkapkan bahwa pihaknya tengah memprioritaskan pemanfaatan teknologi maju guna mendongkrak daya saing ekonomi Indonesia untuk dua hingga tiga dekade mendatang.

Ia menjelaskan bahwa rekam jejak di berbagai negara membuktikan adanya hubungan sejajar antara tingkat kapasitas inovasi—sebagaimana diukur dalam Global Innovation Index (GII)—dengan angka Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita.

Baca Juga: Cetak SDM Unggul, Presiden Prabowo Siapkan Sekolah Berstandar Internasional dan Gandeng Kampus Top Dunia

Pada tahun 2025, posisi 10 besar GII secara konsisten dikuasai oleh negara-negara maju bertingkat pendapatan tinggi, seperti Swiss, Swedia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.

“Riset dan inovasi merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus fondasi daya saing Indonesia di masa depan," ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (6/8/2026).

4 Pilar Utama Teknologi dan Penerapan AI di Program MBG

Guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi jangka panjang, Arif merinci peta jalan pengembangan teknologi utama yang ditargetkan oleh BRIN:

  1. Teknologi Semikonduktor: Mengurangi ketergantungan Indonesia pada produk chip impor.
  2. Kecerdasan Artifisial (AI): Meningkatkan efisiensi dan produktivitas nasional di berbagai sektor.
  3. Teknologi Genomik: Mendorong kemandirian bangsa dalam memproduksi benih unggul, obat-obatan, dan sektor bioindustri.
  4. Teknologi Kuantum: Memperkuat keandalan sistem keamanan data serta komputasi masa depan.

Khusus untuk penerapan teknologi AI, Arif membeberkan bahwa BRIN telah mengaplikasikannya dalam mendukung implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga: Manufaktur Indonesia Pulih! Kinerja Industri Nasional Membaik di IKI Juli 2026: 22 Subsektor Masuk Fase Ekspansi, Investasi Rp157,6 Triliun

Salah satu hasil terobosannya adalah Food Guard, sebuah perangkat pintar yang disematkan pada wadah makanan guna memastikan kualitas sajian tetap terjaga sepanjang proses pengiriman.

Pendekatan riset ini mencakup seluruh rantai pasok program MBG dari hulu ke hilir.

"BRIN membangun inovasi di seluruh rantai ekosistem MBG, mulai dari bahan pangan, mesin pengolahan, pengemasan, deteksi halal, distribusi, hingga sistem monitoring berbasis AI," ungkap Arif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X