Impresif ! Penyumbang PDB Terbesar, Sektor Industri Pengolahan Nonmigas Kembali Jadi Motor Ekonomi RI, Tumbuh 5,32 Persen di Triwulan II-2026

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Kamis, 6 Agustus 2026 | 19:27 WIB
ILUSTRASI - Impresif ! Penyumbang PDB Terbesar, Sektor Industri Pengolahan Nonmigas Kembali Jadi Motor Ekonomi RI, Tumbuh 5,32 Persen di Triwulan II-2026 (Dibuat Kalimantansatu.com via Gemini AI)
ILUSTRASI - Impresif ! Penyumbang PDB Terbesar, Sektor Industri Pengolahan Nonmigas Kembali Jadi Motor Ekonomi RI, Tumbuh 5,32 Persen di Triwulan II-2026 (Dibuat Kalimantansatu.com via Gemini AI)

KALIMANTANSATU.COM - Kinerja Industri Pengolahan Nonmigas (IPNM) mencatatkan raihan positif pada triwulan II tahun 2026.

Sektor IPNM berhasil melaju hingga 5,32 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), melampaui laju pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia yang berada di angka 5,29 persen.

Capaian ini menjadi wujud keberhasilan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan sektor manufaktur sebagai penggerak utama ekonomi nasional.

Komitmen tersebut dieksekusi oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui implementasi Strategi Besar Industrialisasi Nasional (SBIN).

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa industri pengolahan menyumbang 18,50 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) - porsi dominan di antara sektor lainnya.

Baca Juga: Manufaktur Indonesia Pulih! Kinerja Industri Nasional Membaik di IKI Juli 2026: 22 Subsektor Masuk Fase Ekspansi, Investasi Rp157,6 Triliun

Tak hanya itu, manufaktur juga menjadi kontributor pertumbuhan ekonomi terbesar dengan andil mencapai 0,90 persen.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa tren positif ini membuktikan arah kebijakan industrialisasi Indonesia berada pada jalur yang tepat.

Menurutnya, dukungan penuh pemerintah sukses meningkatkan daya saing manufaktur sekaligus memperkokoh IPNM sebagai pilar ekonomi nasional.

"Arahan Bapak Presiden Prabowo sangat jelas, yaitu menjadikan sektor industri sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional. Di Kementerian Perindustrian, arahan tersebut kami terjemahkan melalui Strategi Besar Industrialisasi Nasional (SBIN) yang berfokus pada penguatan struktur industri, hilirisasi, peningkatan nilai tambah, serta penciptaan lapangan kerja. Alhamdulillah, hasilnya mulai terlihat dengan pertumbuhan IPNM yang mampu melampaui pertumbuhan ekonomi nasional," ungkap Menperin di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Indikator Ekonomi Tegaskan Fase Ekspansi Manufaktur

Agus menerangkan bahwa keberhasilan sektor manufaktur tak sekadar tecermin dari lonjakan output produksi, tetapi juga maraknya aktivitas dunia usaha.

Hal ini terlihat dari Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis Industri Manufaktur (IKBM) yang bertahan di level 52,31 atau di zona ekspansif.

Baca Juga: Mengintip Perkembangan Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon (PMDK) Sepanjang Juli 2026! OJK Beberkan Datanya, IHSG dan Fundraising Menguat

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: Kemenperin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X