Rekor Baru dan Tahan Banting di Tengah Ketidakpastian Global! Aset Keuangan Syariah Indonesia Tembus Rp3.131 Triliun di LPKSI 2025

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Kamis, 6 Agustus 2026 | 14:47 WIB
ILUSTRASI - Rekor Baru dan Tahan Banting di Tengah Ketidakpastian Global! Aset Keuangan Syariah Indonesia Tembus Rp3.131 Triliun di LPKSI 2025 (Dibuat Kalimantansatu.com via Gemini AI)
ILUSTRASI - Rekor Baru dan Tahan Banting di Tengah Ketidakpastian Global! Aset Keuangan Syariah Indonesia Tembus Rp3.131 Triliun di LPKSI 2025 (Dibuat Kalimantansatu.com via Gemini AI)

KALIMANTANSATU.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi menerbitkan Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia (LPKSI) Tahun 2025.

Dokumen ini hadir sebagai panduan strategis yang memotret daya saing, ketahanan, serta arah kebijakan industri keuangan syariah dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Mengusung tema “Penguatan Daya Saing Industri Keuangan Syariah dalam Mendukung Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional", laporan ini mempertegas komitmen OJK dalam memperkokoh ekosistem syariah melalui regulasi yang terintegrasi, adaptif, dan berkesinambungan.

Penerbitan LPKSI 2025 merekam tren positif industri syariah di tengah riak perekonomian dunia.

Performa ini didorong oleh penguatan kerangka regulasi pasca disahkannya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK).

Baca Juga: Aturan Baru Pinjaman Daring: POJK No 8 Tahun 2026 Tegaskan Transparansi dan Perlindungan Data ! Platform Fintech Wajib Integrasikan Data Transaksi

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan bahwa sektor keuangan berbasis syariah di tanah air terus menunjukkan peningkatan kualitas seiring dengan berjalannya berbagai kebijakan strategis.

“Sejalan dengan implementasi berbagai arah kebijakan yang telah ditetapkan, industri keuangan syariah nasional terus melangkah ke arah yang lebih baik, tidak hanya tumbuh secara kuantitatif, tetapi juga semakin meningkat dari sisi kualitas dan daya saing. Pencapaian ini perlu terus dijaga untuk memastikan sektor jasa keuangan tetap stabil di tengah tingginya ketidakpastian perekonomian global," ungkap Friderica dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Ketahanan Ekonomi dan Rekor Tertinggi Aset Syariah

Di tengah ketegangan geopolitik dan perubahan peta perdagangan dunia, fondasi ekonomi nasional bertahan kokoh. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 yang menyentuh angka 5,11 persen (meningkat dari 5,03 persen pada tahun sebelumnya) menjadi penopang utama laju industri syariah.

Di tengah ketegangan geopolitik dan perubahan peta perdagangan dunia, fondasi ekonomi nasional bertahan kokoh. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 yang menyentuh angka 5,11 persen (meningkat dari 5,03 persen pada tahun sebelumnya) menjadi penopang utama laju industri syariah.

Hasilnya, total aset industri keuangan syariah Indonesia pada 2025 melonjak 8,56 persen (year on year/yoy) hingga menyentuh Rp3.131,02 triliun. Angka ini mencatatkan sejarah baru sebagai nilai aset tertinggi sepanjang masa.

Baca Juga: Dorong Transformasi BUMN, Kemenkeu Siapkan SMV Khusus Pengelolaan KCJB Tanpa Bebani APBN ! Target Pengalihan Selesai Pertengahan September 2026

Rincian capaian aset di berbagai sektor meliputi:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X