Penanganan Gempa NTT: RS Lapangan Didirikan di Reok, Akses Ende-Nagekeo Masih Putus

photo author
Mas Abo Real, Kalimantan Satu
- Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:55 WIB
ILUSTRASI - Penanganan Gempa NTT: RS Lapangan Didirikan di Reok, Akses Ende-Nagekeo Masih Putus (Kalimantansatu.com/Pixabay Angelo_Giordano)
ILUSTRASI - Penanganan Gempa NTT: RS Lapangan Didirikan di Reok, Akses Ende-Nagekeo Masih Putus (Kalimantansatu.com/Pixabay Angelo_Giordano)

KALIMANTANSATU.COM - Pemerintah bersama tim gabungan terus menggenjot percepatan pemulihan pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Per Minggu (16/8/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan personel gabungan tetap bersiaga di lapangan untuk memverifikasi data korban serta menyisir titik-titik kerusakan.

“Untuk mendukung layanan medis kedaruratan, sebuah Rumah Sakit Lapangan telah didirikan dan beroperasi di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai,” kata Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S.P. Panjaitan melalui keterangan tertulis.

Berton memaparkan bahwa sarana transportasi darat dari Larantuka menuju Maumere saat ini sudah pulih dan dapat dilintasi kendaraan evakuasi maupun logistik.

Baca Juga: Respons Cepat Gempa NTT: Seskab Teddy Ungkap Bantuan Pemerintah Terjunkan 3.500 Personel TNI-Polri dan 27 Ton Logistik Sesuai Instruksi Presiden

“Namun, tim penanganan masih berupaya mencari jalur alternatif lain lantaran akses jalan darat penghubung Ende ke Nagekeo hingga kini masih terputus akibat gempa,” kata dia.

Data Korban dan Sebaran Titik Pengungsian

Peristiwa gempa bumi di NTT pada Sabtu (15/8/2026) mendesak lebih dari 5.000 warga untuk mengungsi. Musibah ini merenggut 47 korban jiwa dan merusak berbagai fasilitas fisik secara masif.

Berdasarkan pembaruan data BNPB per Minggu (16/8/2026) pukul 00.00 WIB, sebaran pengungsi paling besar tercatat di Kabupaten Sikka sebanyak 3.356 jiwa (1.356 jiwa terpusat di GOR Samador dan 2.000 jiwa mengungsi mandiri di 10 titik).

Sementara itu, di Kabupaten Manggarai tercatat ada 2.078 pengungsi. Gelombang pengungsian juga dilaporkan terjadi di Nagekeo (500 jiwa), hingga menyeberang ke wilayah Bima dan Kepulauan Selayar.

“Pemenuhan hak-hak dasar dan logistik di pengungsian kini menjadi salah satu prioritas penanganan darurat,” kata Berton.

Para korban, khususnya di wilayah Kabupaten Manggarai, membutuhkan pasokan bantuan mendesak berupa:

  • Puluhan unit tenda darurat dan 30 ton beras.
  • Obat-obatan dan pasokan air bersih (tandon).
  • 1.000 lembar selimut, 1.000 unit velbed, 1.000 lembar tikar, serta mesin genset.

Baca Juga: Presiden Prabowo Perintahkan Penanganan Cepat Gempa NTT, Menko PMK Minta Pemda Sinkronkan Posko : Jangan Hanya Recover, Buat NTT Lebih Tangguh!

Penetapan Status Kedaruratan di Berbagai Kabupaten

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mas Abo Real

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X