reginternasional

25 Reaksi Dunia Terhadap Serangan AS dan Inggris ke Houthi di Yaman ! Dari Presiden Turki Erdogan, PBB, NATO, Rusia, Jerman, Yordania dan Lainnya

Sabtu, 13 Januari 2024 | 13:00 WIB
Ilustrasi ledakan akibat perang (Kalimantansatu.com/Pixabay ds-grafikdesign)

3. Turki

Presiden Recep Tayyip Erdogan mengutuk serangan tersebut dan mengatakan AS dan Inggris “berusaha mengubah Laut Merah menjadi lautan darah”.

“Semua tindakan ini merupakan penggunaan kekuatan yang tidak proporsional,” katanya, seraya menambahkan, “Israel juga melakukan penggunaan kekuatan yang tidak proporsional di Palestina.”

4. Yordania

Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi mengatakan: “Agresi Israel di Gaza dan terus melakukan kejahatan perang terhadap rakyat Palestina dan melanggar hukum internasional tanpa mendapat hukuman bertanggung jawab atas meningkatnya ketegangan yang terjadi di wilayah tersebut.”

Stabilitas kawasan dan keamanannya terkait erat, kata Safadi, menurut media pemerintah.

“Komunitas internasional berada di persimpangan jalan kemanusiaan, moral, hukum dan keamanan,” tambahnya. “Entah mereka memikul tanggung jawabnya dan mengakhiri agresi arogan Israel dan melindungi warga sipil atau membiarkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan para menteri ekstremisnya menyeret kita ke dalam perang regional yang mengancam perdamaian dunia.”

5. Mesir

Kementerian Luar Negeri Mesir telah menyatakan “keprihatinan mendalam” atas meningkatnya operasi militer di Laut Merah dan serangan udara di Yaman.

Pernyataan dari kementerian tersebut menyerukan “menyatukan” upaya internasional dan regional untuk mengurangi ketidakstabilan di kawasan.

6. PBB

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres telah meminta semua pihak “untuk tidak memperburuk” situasi yang tidak menentu di Laut Merah, kata juru bicaranya Stephane Dujarric.

“Sekretaris Jenderal lebih lanjut menyerukan semua pihak yang terlibat untuk tidak memperburuk situasi demi kepentingan perdamaian dan stabilitas di Laut Merah dan kawasan yang lebih luas.”

7. NATO

“Serangan ini bersifat defensif dan dirancang untuk menjaga kebebasan navigasi di salah satu jalur perairan paling penting di dunia. Serangan [Houthi] harus diakhiri,” kata juru bicara aliansi militer.

Halaman:

Tags

Terkini