KALIMANTANSATU.COM - Proses hukum kasus dugaan intimidasi terhadap dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha yang dilakukan oleh anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU) masih terus berjalan.
Selain ditangani oleh Polda NTT, kasus dugaan intimidasi tersebut juga diselidiki oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Badan Kehormatan (BK) DPRD TTU.
Namun, di tengah perjalanan penanganan kasus, keluarga dokter Icha juga memberi tantangan kepada 4 terlapor yang diduga melakukan intimidasi untuk melakukan sumpah adat.
Tantangan Lakukan Sumpah Adat
Dalam kasus dugaan intimidasi yang dilakukan kepada almarhum dokter Icha, keluarga telah melaporkan 4 orang ke Polda NTT.
Keempat orang tersebut adalah 3 anggota DPRD TTU yakni Therensius Lazakar, Norbertus Tubani, dan Veronika Lake.
Kemudian satu orang lainnya adalah seorang dokter hewan dari Dinas Peternakan TTU, Maria Mathildis Sau.
Mengenai tantangan sumpah adat tersebut, keluarga dokter Icha yang diwakili oleh paman mendiang menyatakan bahwa hal itu tidak untuk menghambat proses hukum yang sedang berjalan.
“Para anggota DPRD itu saat menjadi calon legislatif pernah keluar masuk rumah adat. Karena itu kami menantang mereka untuk menjalani sumpah adat,” kata paman dokter Icha, Fabianus Banase kepada awak media pada Selasa, 7 Juli 2026.
“Kami menghargai semua proses itu. Kami tidak pernah mengganggu jalannya hukum,” imbuhnya.
Sumpah Adat Tidak untuk Mengganggu Proses Hukum
Lebih lanjut, pihak keluarga juga menghormati jalannya penyelidikan yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait.
Artikel Terkait
Ini Daftarnya ! Prabowo dan PM Narendra Modi Sepakati Penguatan Kemitraan Strategis Komprehensif, Sentuh Sejumlah Sektor Strategis Indonesia-India
Dokter Adrian Rantung Meninggal Diduga jadi Korban Perundungan ! Kemenkes Setop PPDS Anestesi di RSUP Kandou, Unsrat Lakukan Investigasi Internal
Harta Melonjak Drastis Dalam Waktu Singkat, AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK: Angkanya Melambung 700 Persen?
Viral Isi Surat Dinas Menteri PU ke New York ! Diduga Berkedok Ikut Forum PBB Sekalian Nonton Final Piala Dunia 2026, Aji Mumpung Bawa Istri dan Anak?
Sempat Dinyatakan Hilang Setelah Pamit, Mahasiswi Telkom University Nadira Az-Zahra Ditemukan dalam Keadaan Selamat
Kronologi Gadis Lumajang Tewas di Tangan Kekasihnya ! Gelagat Aneh Pelaku Diduga Pura-pura Minta Tolong ke Tetangga
Babak Baru Kasus Pembakaran 3 Santri di Lombok Tengah, Polisi Segera Tetapkan Tersangka
Ketua KBIHU Jabar Sebut Jemaah Haji Lansia Merepotkan Orang Lain, Warganet Soroti Antrean Tahunan Ibadah Haji
Pilu Ibu di Garut Cerita Aksi Bejat Suami ke Anak Tiri: Diperkosa Sejak Kelas 5 SD hingga Laporan Mentok ke Polisi, Kini Singgung Dedi Mulyadi
Menjaga Nadi Ekonomi Tanpa Merusak Bumi, Ketika Izin Tambang Tak Lagi Sakti Menahan Laju Kerusakan Lingkungan
Rionald Silaban Pernah Dilaporkan ke KPK, Kini Evita Manthovani Evaluasi Kebijakan Dirjen DJKN Sebelumnya
Dokter PPDS Adrian Rantung Meninggal di Manado, Tambah Daftar Panjang Ihwal Skandal Wafatnya Nakes Akibat Dugaan Bullying
Dokter PPDS Adrian Rantung Ditemukan Tewas dalam Kamar Kos, Isu Perundungan Diduga Melatari Kepergiannya ! Akankah Penyebab Kematian Diusut Tuntas?