KALIMANTANSATU.COM - Sebagian publik di media sosial ramai menyoroti kasus pembunuhan yang dialami seorang gadis berusia 22 tahun, MTA di Lumajang, Jawa Timur.
Dalam kasus ini, MTA ditemukan dalam kondisi tewas usai diduga dibunuh oleh kekasihnya, RA (18) secara brutal.
Sebelum insiden terjadi, korban yang merupakan warga Desa Kalipenggung, Kecamatan Randuagung, Lumajang itu diduga sempat berkencan dan pulang ke rumahnya.
"Tak lama kemudian, diduga terjadi cekcok di dalam kamar yang berujung pada aksi kekerasan pelaku terhadap korban," tulis unggahan Instagram @jawatimurpopuler, pada Selasa, 7 Juli 2026.
Terkini, kasus pembunuhan terhadap seorang gadis berusia 22 tahun itu tengah diselidiki pihak kepolisian setempat.
Lantas, bagaimana kronologi insiden memilukan yang dialami seorang remaja di Lumajang tersebut berdasarkan penuturan polisi hingga pihak keluarga korban? Berikut ulasannya.
Bermula dari Alibi Pacar Korban?
Dalam kasus ini, kejadian bermula saat jasad MTA ditemukan pertama kali pada Sabtu, 4 Juli 2026 malam.
Berdasarkan laporan di lapangan, MTA ditemukan warga dalam kondisi terlentang tanpa busana, dan bersimbah darah di atas tempat tidurnya.
Penemuan ini bermula dari kejanggalan sebuah panggilan telepon dari RA, sang pacar korban.
Keluarga korban, Diana menyebut RA sempat mendadak meminta tetangga korban mengecek kondisi MTA dengan alasan cemas karena ponselnya tidak bisa dihubungi.
"Tetangganya yang menemukan, katanya dapat telepon dari pacar korban untuk memeriksa kondisinya karena ditelepon tidak bisa," kata Diana dalam keterangannya, pada Selasa, 7 Juli 2026.