Sesampainya di lokasi, rekan-rekan sejawat menemukan dr. Adrian telah meninggal dunia di dalam kamar kosnya.
"Diketok nggak dibukain, ternyata sudah tiada," demikian tertulis dalam unggahan chat yang sama.
Penemuan tersebut segera dilaporkan kepada pihak berwenang untuk dilakukan penanganan sesuai prosedur.
Dugaan chat kepanikan rekannya itu lantas viral di media sosial, usai Dokter PPDS di Manado itu dikabarkan meninggal dunia karena diduga menjadi korban perundungan.
Tak ayal, isu ini viral hingga menimbulkan tuntutan bagi pihak terkait untuk menindaklanjuti kasus dugaan perundungan pada Dokter PPDS di Manado tersebut.
Setelah viralnya kasus itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kini telah angkat bicara.
Akankah Kasus Ini Diusut Tuntas?
Secara terpisah, Juru Bicara Kemenkes, Widyawati menegaskan proses penyelidikan masih berlangsung.
Widyawati menyebut, belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab kematian maupun dugaan yang berkembang di masyarakat.
Kemenkes juga diketahui telah menghentikan sementara kegiatan pendidikan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou, Manado.
"Penjelasan isu kematian dokter PPDS di RS Kandou Manado, kasus ini masih dalam proses investigasi," kata Widyawati dikutip dalam keterangannya, pada Rabu, 8 Juli 2026.
"(Hal tersebut) oleh tim gabungan Kemenkes, Konsil Kedokteran Indonesia, Kolegium Anestesi dan Kemendiktisaintek," tambahnya.
(Uploader: Panji Narendra M.)