Apa itu DSP atau Digital Signal Processing ? Ternyata, Teori Dibalik DSP Sangat Kompleks loh Sahabat

photo author
Tim Kalimantan Satu 02, Kalimantan Satu
- Minggu, 7 Januari 2024 | 12:24 WIB
Ilustrasi sinyal (Kalimantansatu.com/Pixabay Bru-nO)
Ilustrasi sinyal (Kalimantansatu.com/Pixabay Bru-nO)

Dalam sistem nirkabel , sistem antena khusus juga dapat membantu.

Pemrosesan sinyal digital secara dramatis meningkatkan sensitivitas unit penerima.

Baca Juga: Apa Itu Exit Liquidity ? Investor Wajib Paham, Sering Terjadi saat Momentum FOMO atau Fear of Missing Out

Efeknya paling terlihat ketika noise bersaing dengan sinyal yang diinginkan.

Sirkuit DSP yang baik kadang-kadang terlihat seperti sebuah keajaiban elektronik, namun ada batasan mengenai apa yang dapat dilakukannya.

Jika noise benar-benar menguasai sinyal, sirkuit DSP tidak dapat memulihkan informasi berguna apa pun.

Jika sinyal yang masuk berbentuk analog, sinyal tersebut terlebih dahulu diubah ke bentuk digital melalui konverter analog-ke-digital.

Sinyal digital yang dihasilkan mempunyai dua level atau lebih.

Idealnya, level ini selalu dapat diprediksi, dengan voltase atau arus yang tepat.

Namun karena sinyal yang masuk mengandung noise, maka levelnya tidak selalu berada pada nilai standar.

Sirkuit DSP menyesuaikan levelnya sehingga berada pada nilai yang benar.

Ini praktis menghilangkan kebisingan.

Sinyal digital kemudian diubah kembali menjadi analog melalui konverter digital-ke-analog.

Demikian pula, DSP dapat langsung memproses sinyal menjadi sinyal digital untuk menghilangkan noise dan meminimalkan kesalahan.

DSP tidak hanya digunakan dalam sistem komunikasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: Techtarget

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X