Mengulas AI Sebagai Senjata Politik Untuk Tarik Perhatian Generasi Muda, Begini yang Terjadi di Indonesia dan Belahan Dunia Lain

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Rabu, 4 September 2024 | 13:17 WIB
Ilustrasi AI untuk kampanye politik (Kalimantansatu.com/Unsplash @AndreaDeSantis)
Ilustrasi AI untuk kampanye politik (Kalimantansatu.com/Unsplash @AndreaDeSantis)

Endacott yang merupakan pimpinan perusahaan kecerdasan buatan bernama Neural Voice, dirinya menghadiri parlemen untuk memberikan suara pada kebijakan sebagaimana dipandu oleh masukan AI Steve dari konstituennya.

Endacott mengklaim perwakilan AI Steve ini akan menjawab kekhawatiran dan pertanyaan konstituen menggunakan suara Endacott dan avatar.

“AI Steve diciptakan untuk memastikan bahwa warga Brighton dan Hove memiliki akses 24/7 untuk menyampaikan pendapat dan membuat kebijakan,” kata Endacott saat berkampanye di Brighton.

Endacott mengungkapkan bahwa AI Steve memahami nilai uang dan sangat menghargai bahwa keberhasilan eksploitasi bisnisnya telah membuatnya relatif kaya dan mampu memasuki dunia politik tanpa membutuhkan imbalan finansial yang dicari orang lain.

Namun Smarter UK sebagai partai yang mengusungnya tidak daftar tepat waktu untuk pemilihan umum, sehingga AI Steve gagal maju dalam pemilihan lokal di Rochdale.

(*)

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: The Guardian, Setneg, Fisipol UGM, Kalimantansatu.com, NCSL, QWU Edu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X