"Ya Allah bukankah kemarin Engkau memerintahkan dan menunjukkanku dengan tanaman tersebut untuk mengobati sakit gigiku?" ucap Nabi Musa.
Allah kemudian berfirman: "Ya Musa, Aku adalah Dzat yang memberi kesembuhan, Dzat yang memberikan kesehatan, Dzat yang memberikan bahaya, Dzat yang memberikan manfaat. Pada sakit pertama kamu datang menghadap kepada-Ku maka Aku hilangkan penyakitmu. Kali ini, kamu tidak datang kepada-Ku tapi kamu datang kepada tanaman obat itu."
Dari kisah ini setidaknya ada 2 hikmah yang bisa dipetik.
Pertama, Allah mempunyai sifat Jaiz yang bebas melakukan apapun sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya.
Allah bisa mengangkat dan menurunkan derajat seseorang sesuai kehendak-Nya.
Allah juga bisa memberi penyakit dan kesembuhan kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya.
Kedua, Allah adalah pemilik semua yang ada di langit dan bumi, termasuk kesehatan dan kesembuhan.
Untuk itu hal yang mesti dilakukan umat Islam ketika sakit adalah berdoa memohon kesehatan dan kesembuhan kepada Allah.
Selanjutnya, tetap melakukan ikhtiar lahir yaitu dengan obat dan aneka pengobatan namun tetap meyakini bahwa hal itu hanya menjadi wasilah atau perantara untuk meraih kesehatan dan kesembuhan.
Wallahu a‘lam.
Oleh: Muhammad Aiz Luthfi, Pengajar di Pesantren Al-Mukhtariyyah, Subang, Jawa Barat.
(*)
Artikel Terkait
Kandungan Surah Al -fatihah, Surah Pertama Dalam Al Quran yang Berisi Akidah hingga Kisah - Kisah
Doa Setelah Membaca Surat Al Mulk Bisa Diamalkan Umat Islam agar Terhindar dari Segala Hal yang Menyusahkan
Doa Terhindar dari Fitnah Dajjal yang Dibaca Setelah Tahiyat Akhir Sebelum Salam Ketika Sholat Wajib & Sunnah
Dukhon itu Apa ? Menjadi Salah Satu dari 10 Tanda Utama Kiamat, Ketahui Apa itu Dukhon dan Bacaan Doa Melindungi Diri dari Dukhon
Kapan Perkiraan Awal Ramadhan 2024 Versi Pemerintah dan Muhammadiyah ? Sebentar Lagi Umat Islam Berpuasa Ramadan, Sudah Siap Sahabat Generasi Emas ?