Asal Usul Puasa Ayyamul Bidh Ternyata Ada Dua Versi. Ada Kisah Nabi Muhammad SAW dan Kisah Nabi Adam AS

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Rabu, 30 Agustus 2023 | 10:17 WIB
Ilustrasi masjid (Pixabay/Ahagiel)
Ilustrasi masjid (Pixabay/Ahagiel)

KALIMANTANSATU.COM - Puasa Ayyamul Bidh hukumnya sunnah. Sunnah adalah mendapatkan pahala jika dikerjakan dan tidak mendapatkan dosa jika tidak dikerjakan.

Anjuran puasa Ayyamul Bidh terdapat dalam hadis nabi.

“Diriwayatkan dari Qatadah bin Milhan ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw telah memerintahkan untuk berpuasa pada hari-hari yang malamnya cerah, yaitu tanggal 13, 14, dan 15’.” (HR Abu Dawud). (An-Nawawi, Riyâdhus Shâlihîn, juz II, h. 81.

Adapun hadis lainnya yakni berdasarkan hadis riwayat Bukhari nomor 1979.

“Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun,” sabda Rasulullah SAW diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Al ’As.

Baca Juga: Kapan Puasa Ayyamul Bidh Safar 1445 Hijriyah ? Ada Keutamaan, Ini Niat Puasa Ayyamul Bidh Safar 2023

Asal Usul Puasa Ayyamul Bidh 

Dikutip Kalimantan Satu dari laman Universitas Islam An Nur Lampung, puasa Ayyamul Bidh memiliki asal usul yang berbeda-beda menurut beberapa riwayat.

Salah satu riwayat menyebutkan bahwa puasa ini berasal dari kisah Nabi Adam As ketika diturunkan ke Bumi.

Tubuhnya terbakar matahari dan menjadi gosong.

Kemudian, Allah SWT memberi wahyu agar Nabi Adam berpuasa selama tiga hari.

Baca Juga: Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh Safar 1445 Hijriyah atau 2023 Masehi

Pada saat menjalani puasa hari pertama, sepertiga badannya menjadi putih.

Kemudian puasa kedua, setengah badannya bersih dan menjadi putih.

Hingga puasa ketiga, di mana seluruh tubuh Nabi Adam menjadi putih.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: Universitas Islam An Nur Lampung

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X