KALIMANTANSATU.COM - Puasa Ayyamul Bidh hukumnya sunnah. Sunnah adalah mendapatkan pahala jika dikerjakan dan tidak mendapatkan dosa jika tidak dikerjakan.
Anjuran puasa Ayyamul Bidh terdapat dalam hadis nabi.
“Diriwayatkan dari Qatadah bin Milhan ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw telah memerintahkan untuk berpuasa pada hari-hari yang malamnya cerah, yaitu tanggal 13, 14, dan 15’.” (HR Abu Dawud). (An-Nawawi, Riyâdhus Shâlihîn, juz II, h. 81.
Adapun hadis lainnya yakni berdasarkan hadis riwayat Bukhari nomor 1979.
“Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun,” sabda Rasulullah SAW diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Al ’As.
Baca Juga: Kapan Puasa Ayyamul Bidh Safar 1445 Hijriyah ? Ada Keutamaan, Ini Niat Puasa Ayyamul Bidh Safar 2023
Asal Usul Puasa Ayyamul Bidh
Dikutip Kalimantan Satu dari laman Universitas Islam An Nur Lampung, puasa Ayyamul Bidh memiliki asal usul yang berbeda-beda menurut beberapa riwayat.
Salah satu riwayat menyebutkan bahwa puasa ini berasal dari kisah Nabi Adam As ketika diturunkan ke Bumi.
Tubuhnya terbakar matahari dan menjadi gosong.
Kemudian, Allah SWT memberi wahyu agar Nabi Adam berpuasa selama tiga hari.
Baca Juga: Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh Safar 1445 Hijriyah atau 2023 Masehi
Pada saat menjalani puasa hari pertama, sepertiga badannya menjadi putih.
Kemudian puasa kedua, setengah badannya bersih dan menjadi putih.
Hingga puasa ketiga, di mana seluruh tubuh Nabi Adam menjadi putih.
Artikel Terkait
Kapan Puasa Ayyamul Bidh Safar 1445 Hijriyah ? Ada Keutamaan, Ini Niat Puasa Ayyamul Bidh Safar 2023
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh Safar 1445 Hijriyah atau 2023 Masehi