Habib Ali dikenal sebagai penyebar Islam yang gigih sekaligus pendiri pesantren Syamsul Huda pada tahun 1935.
Keilmuan dan dedikasinya menjadikan beliau dihormati sebagai salah satu dari "Wali Pitu" atau tujuh wali yang dianggap memiliki kedudukan spiritual tinggi di Bali.
Berkaca dari hal itu, makam-makam tak hanya nilai spiritual, namun juga telah dikelola sebagai objek wisata religi.
Di sekitar area terdapat rumah panggung tradisional dan jajanan lokal yang memperkaya pengalaman ziarah. Tiket masuk pun tidak dipatok, cukup dengan donasi sukarela dari para pengunjung.
Kampung Loloan kini tidak hanya dikenal sebagai pusat komunitas Muslim di Bali Barat, tetapi juga sebagai situs sejarah yang merekam dakwah Islam menembus batas budaya.
Melalui wisata religi ini, masyarakat tidak hanya menziarahi pusara para tokoh suci, tetapi juga mengenang perjalanan panjang dakwah yang telah membentuk harmoni keberagaman di Bali, khususnya di Jembrana.
(*)
Artikel Terkait
Lagi Viral Medsos, Siswa Tuban Temukan Belatung di Lauk MBG yang Dibagikan
Viral Penumpang Kemalingan Laptop Lagi, Rosalia Indah Nonaktifkan Awak Bus yang Bertugas untuk Investigasi Internal
Berulah ! Viral Oknum TKI Masak Mie Instan Saat Mabuk Diduga Sebabkan Kebakaran di Jepang
Viral Guru Honorer Menangis di Rapat DPR, Keluhkan Gaji Rp540 Ribu dan Harap Bisa Diangkat Jadi PPPK
Ada Grup WhatsApp Mas Menteri Core Team, Kejagung Ungkap Dibuat Dua Bulan Sebelum Pelantikan Nadiem Makarim
Ini 3 Poin Keuntungan AS Setelah Donald Trump Umumkan Tarif Ekspor Indonesia Turun Jadi 19 Persen
Mengenal Puri Agung Negara Lokasi Wisata Budaya di Bali Barat, Napak Tilas Kerajaan Jembrana di Balik Gaya Arsitektur Khas Belanda
Viral 17 Oktober Jadi Hari Kebudayaan Nasional Berbarengan Ultah Prabowo Subianto, Apa Respons Istana ?
Setelah Ramai Tarif 19 Persen Ekspor Indonesia ke AS, Kini Terungkap Isi Obrolan Donald Trump dan Prabowo Subianto via Telepon
Seusai Diperiksa Kejagung, Nadiem Makarim Tak Ungkap Detail Kasus Korupsi Pengadaan Laptop Chromebook Senilai Rp9,9 Miliar