Direktur Pemberitaan Jak TV Diduga Terima Rp487 Juta Tanpa Kontrak di Kasus Dugaan Perintangan Penyidikan

photo author
Mas Abo Real, Kalimantan Satu
- Rabu, 23 April 2025 | 14:39 WIB
Logo JAK TV (Logo JAK TV dari Laman transtv.co.id/Diunduh oleh Vicky Hayden Alzaini)
Logo JAK TV (Logo JAK TV dari Laman transtv.co.id/Diunduh oleh Vicky Hayden Alzaini)

KALIMANTANSATU.COM - Publik tengah ramai menyoroti Direktur Pemberitaan Jak TV berinisial TB yang kini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan perintangan penyidikan perkara PT Timah dan impor gula, pada Selasa, 22 April 2025.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Abdul Qohar menyebut TB telah menerima uang senilai Rp487 juta dalam kasus tersebut.

Qohar mengklaim, uang tersebut diduga diterima TB untuk membuat dan menyebarkan berita yang menyudutkan Kejagung.

Di sisi lain, Qohar menuturkan tersangka Direktur Pemberitaan Jak TV itu menerima uang atas nama pribadi tanpa kerja sama dengan perusahaan Jak TV.

Baca Juga: Kilas Balik Kabar Mutasi Camat yang Diduga karena Menyindir Lomba Masak Nasi Goreng Khas Mbak Ita, Kini Terungkap Acara Didanai Potongan Insentif ASN

"Jadi TB ini mendapat uang Rp478.500.000 secara pribadi. Bukan atas nama sebagai direktur, JAK TV," terang Qohar saat konferensi pers di Gedung Kejagung, Jakarta, pada Selasa, 22 April 2025.

"Karena tidak ada kontrak tertulis antara perusahaan JAK TV dengan yang para pihak yang akan ditetapkan," sambungnya.

Qohar menjelaskan, TB menerima uang tersebut dari dua advokat, Marcella Santoso dan Junaedi Saibih, yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung itu menyebut konten-konten negatif tersebut kemudian dipublikasikan oleh Tian ke beberapa medium, baik itu di media sosial maupun media online yang terafiliasi dengan JAK TV.

Salah satu contoh narasi negatif yang dibuat oleh Marcella dan Junaedi adalah soal kerugian keuangan negara dalam sejumlah perkara.

Baca Juga: Sempat Viral Gegara Diduga Tahan Ijazah Karyawan, Ini Alasan Mengapa Gudang Milik Sentosa Seal Disegel Sekarang

Padahal, perhitungan kerugian keuangan negara yang disebarkan itu tidak benar dan menyesatkan.

"Tersangka MS dan JS mengorder tersangka TB untuk membuat berita-berita negatif dan konten-konten negatif yang menyudutkan Kejaksaan," ungkap Qohar.

"Terkait dengan penanganan perkara a quo baik di penyidikan, penuntutan, maupun di persidangan," tungkasnya.

(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mas Abo Real

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X