Mbok Yem dan Sejarah Legenda Warung di Puncak Gunung Lawu yang ‘Mahal’

photo author
Mas Abo Real, Kalimantan Satu
- Kamis, 24 April 2025 | 12:10 WIB
Mbok Yem meninggal dunia, ia adalah pemilik warung di Puncak Gunung Lawu. (Kalimantansatu.com/Dok. Tangkapan layar IG @pendaki_legal)
Mbok Yem meninggal dunia, ia adalah pemilik warung di Puncak Gunung Lawu. (Kalimantansatu.com/Dok. Tangkapan layar IG @pendaki_legal)

KALIMANTANSATU.COM - Kabar duka datang dari lereng Gunung Lawu. Wakiyem, atau yang lebih dikenal sebagai Mbok Yem, sosok legendaris di kalangan pendaki Indonesia telah berpulang ke pangkuan Ilahi pada Rabu, 23 April 2025, di usia 82 tahun.

Mbok Yem bukanlah nama asing bagi siapa pun yang pernah menapaki jalur pendakian Lawu.

Ia adalah pemilik warung satu-satunya yang berada di ketinggian lebih dari 3.000 meter di atas permukaan laut.

Tepatnya di dekat puncak Hargo Dumilah, titik tertinggi Gunung Lawu.

Warung miliknya dikenal luas sebagai titik istirahat terakhir para pendaki sebelum menaklukkan puncak.

Baca Juga: Ikon Legendaris Yogyakarta Hamzah Sulaiman Meninggal Dunia, Sosok Pemilik House of Raminten yang Lestarikan Budaya dari Masa ke Masa

Kepala Dusun Cemoro Sewu, Agus, mengonfirmasi kepergian sosok yang sangat dihormati tersebut.

"Pernah sakit turun gunung sejak sebelum puasa Ramadan kemarin. Sakit sempat dirawat di RS di Ponorogo. Mbok Yem itu KTP-nya di Gonggang, Kecamatan Poncol dan memang buka warung di puncak Lawu," jelas Agus dalam keterangannya pada Rabu, 23 April 2025.

Biasanya, Mbok Yem hanya turun gunung sekali dalam setahun yakni saat menjelang Lebaran untuk berkumpul bersama keluarga.

Namun tahun ini berbeda. Kondisi fisiknya yang melemah sejak Februari membuatnya harus turun lebih cepat dari biasanya.

Bahkan, untuk sampai ke bawah, ia harus ditandu oleh enam orang karena tubuhnya tak lagi kuat menapaki jalur pendakian yang dulu menjadi bagian dari rutinitasnya.

Baca Juga: Mengenang Apa itu Raminten, Sejarah dan Warisan Budaya Kuliner Sarat Budaya dari Almarhum Hamzah Sulaiman

Mbok Yem sempat dirawat di RSUD Ponorogo, lalu dipindahkan ke RSI Aisyiyah Ponorogo karena komplikasi penyakit pneumonia yang dideritanya.

Setelah sempat menunjukkan tanda-tanda perbaikan, kondisinya kembali memburuk dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 15.30 WIB.

Jenazah disemayamkan di rumah duka, Dusun Dagung, Desa Gonggang, Magetan. Pemakaman dijadwalkan berlangsung di Tempat Pemakaman Umum desa setempat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mas Abo Real

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X