KALIMANTANSATU.COM - Linimasa media sosial (medsos) tengah ramai menyoroti kasus dugaan pengacara berinisial S (31) membawa senjata api (senpi) usai alami kecelakaan di kawasan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat (Jakpus).
Peristiwa itu terjadi pada 25 April 2025, polisi menemukan satu pucuk senpi jenis Makarov kaliber 7,65 mm di dalam mobilnya.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Muhammad Firdaus menuturkan kejadian tersebut berawal saat Satlantas Polres Jakarta Pusat menerima laporan kecelakaan lalu lintas.
"Pada saat itu tim dari lalu lintas langsung melakukan olah TKP dan melakukan pemeriksaan barang bawaan yang mana ditemukan satu pucuk senpi jenis Makarov Kaliber 7,65 mm," tutur Firdaus saat jumpa pers di Mapolres Jakarta Pusat, pada Senin, 28 April 2025.
Baca Juga: Terungkap Harganya, Polisi Bongkar Darimana Asal-usul 3 Senpi Diduga Milik Pengacara di Jakpus
Selain senpi jenis Makarov, Firdaus mengungkap pihaknya juga menemukan satu pucuk senjata laras panjang rakitan dan satu unit airsoft gun tanpa peluru.
Dalam kesempatan yang sama, Kasubnit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Pusat, AKP Sumarno, menjelaskan kronologi kecelakaan bermula dari senggolan antara mobil Daihatsu Sigra milik tersangka S dengan angkutan kota (angkot).
"Sebelum terjadinya kronologis kedua kendaraan antara mikrolet dengan mobil Sigra ini berjalan beriringan di Jalan Kramat Raya terjadi serempetan hanya senggolan dengan angkot di depan, Sigra di belakang," tutur Sumarno.
Kemudian, Sumarno menyebut serempetan mobil milik S itu berujung cekcok di tempat kejadian perkara (TKP).
Baca Juga: Ini Alasan Pengacara Diduga Bawa Senpi saat Kecelakaan di Jakpus, Ngaku Trauma Diserang Oknum
"Karena terjadi serempetan sehingga berhenti terjadi cekcok mulut ribut di TKP," ungkap Sumarno.
"Sehingga laporan dari warga anggota kami datang ke TKP sehingga kedua kendaraan tersebut dibawa ke pos lapangan Banteng," tungkasnya.
(*)
Artikel Terkait
Bagaimana Respons Ahmad Dhani Seusai Dilaporkan Rayen Pono Soal Dugaan Penghinaan ?
Lisa Mariana Terus Buat Pengakuan Baru ! Kini Mengaku Sering Dimintai Video Syur oleh Ridwan Kamil
Dikira Terima Upah Besar, Ternyata Ini Alasan Revelino Mau Menjadi Saksi Ridwan Kamil atas Kasus dengan Lisa Mariana
Fren, Ini 3 Skill Wajib untuk Berkembang di Dunia Kerja ! Penting Loh Belajar Data di Era Digital
Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto Menjadi Ketua ILUNI IAIN Pontianak Periode 2025-2030, Ini Harapannya
Siap-siap ! CoreLab Promedia Teknologi Indonesia Bakal Hadir di Kota Serang: Ajak Mahasiswa Mengenal Seputar Dunia Content Creator
Lagi Viral Kasus Pengacara Diduga Bawa Senpi di Jakpus, Sebenarnya Bagaimana Aturan Kepemilikan Senjata Bagi Warga Sipil di Indonesia ?
Terungkap Harganya, Polisi Bongkar Darimana Asal-usul 3 Senpi Diduga Milik Pengacara di Jakpus
Ini Alasan Pengacara Diduga Bawa Senpi saat Kecelakaan di Jakpus, Ngaku Trauma Diserang Oknum
Istana Bongkar Alasan Wapres Gibran Rakabuming Raka Bikin Konten Monolog di Medsos, Ada Hubungannya dengan Framing Berita ?
Abdee Negara Ungkap Pesan Bunda Iffet pada Slank yang Sering Rilis Lagu untuk Mengkritik Pemerintah: Jangan Terlalu Keras
Keinginannya Bukan Wisuda, Remaja Ini Pernah Bikin Dedi Mulyadi Rela Belikan Sepatu hingga Tas Baru untuk Sekolah
Setelah LG Batal Investasi di Proyek Baterai Nikel, Pengamat Ekonomi Minta Indonesia Tak Anggap Remeh IHSG
Setelah Bunda Iffet Meninggal Dunia, Bimbim Slank Ungkap Nasib Program Rehabilitasi Narkoba untuk Anak-anak yang Digagas Mendiang
Soal Nego Tarif Donald Trump, Airlangga Hartarto Bongkar Ada Perusahaan Asal Purwakarta Mau Investasi Rp33,7 Triliun di AS
Telak Nih ! Baim Wong Speak Up Soal Buzzer yang Sering Menggiring Opini Banyak Orang
Catat ! Wajib Naik Transportasi Umum di Hari Rabu, ASN Jakarta Harus Selfie untuk Laporan
Setelah Viral Remaja Speak Up Soal Wisuda Sekolah, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Jawab Isu Debat Settingan
Cuma Sampai Depan Pintu ? Viral Momen Diduga Paula Verhoeven Antar Anak-anaknya ke Rumah Baim Wong untuk Rayakan Ulang Tahun
Kabar Update Nego Dagang RI ke Amerika Serikat: Ada 3 Satgas Baru, Indonesia Enggan Lepas Komunikasi dengan China