Istana Bongkar Alasan Wapres Gibran Rakabuming Raka Bikin Konten Monolog di Medsos, Ada Hubungannya dengan Framing Berita ?

photo author
Mas Abo Real, Kalimantan Satu
- Senin, 28 April 2025 | 16:52 WIB
Tangkapan Layar YouTube Wapres, Gibran Rakabuming Raka saat monolog di konten YouTube Wakil Presiden RI. (Kalimantansatu.com/Tangkap Layar YouTube WakilPresidenRI)
Tangkapan Layar YouTube Wapres, Gibran Rakabuming Raka saat monolog di konten YouTube Wakil Presiden RI. (Kalimantansatu.com/Tangkap Layar YouTube WakilPresidenRI)

KALIMANTANSATU.COM - Sedang hangat diperbincangkan publik Tanah Air, terkait konten monolog Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming di media sosial, YouTube.

Sebelumnya diketahui, Gibran mengunggah sejumlah video di akun YouTube Wakil Presiden RI, yang berisi monolog dirinya dalam merespon beragam isu.

Setidaknya, sudah ada tiga video yang diunggah Gibran, salah satunya, video bertajuk 'Generasi Muda, Bonus Demografi dan Masa Depan Indonesia'.

Tercatat, konten yang tayang pada 19 April 2025 lalu, kini telah ditonton oleh 120 ribu orang per tanggal 28 April 2025.

Terkini, Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro mengungkap alasan di balik konten yang menampilkan Wapres Gibran bermonolog kepada publik.

Baca Juga: Ini Alasan Pengacara Diduga Bawa Senpi saat Kecelakaan di Jakpus, Ngaku Trauma Diserang Oknum

Juri menilai, hal itu sebagai salah satu cara penyampaian komunikasi agar publik tidak bias dalam memperoleh informasi.

"Kadang-kadang, informasi yang beredar seringkali sudah bias dan tidak benar (hoax)," tutur Juri kepada awak media di Jakarta, pada Senin, 28 April 2025.

"Baik sekali kalau para pejabat bisa menyampaikan langsung gagasan yang dimilikinya, termasuk Pak Wapres (Gibran)," sambungnya.

Di sisi lain, Juri menuturkan sang Wapres RI ingin masyarakat mendapatkan informasi atau berita yang kebenarannya lebih akurat dengan memperoleh langsung dari sumbernya.

Hal itu berhubungan dengan informasi yang dinilai telah dibingkai atau framing dari sisi tertentu sehingga dapat mempengaruhi persepsi masyarakat.

Baca Juga: Terungkap Harganya, Polisi Bongkar Darimana Asal-usul 3 Senpi Diduga Milik Pengacara di Jakpus

"Kami mengharapkan masyarakat mendapatkan informasi yang lebih benar, lebih langsung dari sumbernya," tutur Wamensesneg.

"Masyarakat tidak banyak mendapatkan informasi-informasi yang sudah di-cloning/framing gitu sehingga bias informasi," tungkas Juri.

(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mas Abo Real

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X