KALIMANTANSATU.COM - Miftah Maulana Habiburrahman atau dikenal dengan Gus Miftah mundur dari jabatan Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan di Kabinet Merah Putih.
Kawasan Pondok Pesantren Ora Aji menjadi saksi bisu niat Gus Miftah tersebut.
Di pesantren asuhannya yang beralamat di Sleman, DI Yogyakarta, Gus Miftah mengutarakan, keputusan mundur itu sudah direnungkan dengan sangat mendalam.
Keputusan itu, kata Miftah, diambil dengan penuh kesadaran, ketulusan dan kerendahan hatinya.
"Saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari tugas saya sebagai Utusan Khusus Presiden Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan," kata Gus Miftah dalam konferensi pers.
Miftah menegaskan, keputusan mundur tersebut bukan lantaran dirinya ditekan oleh sejumlah pihak.
Ia memastikan, tidak ada yang melakukan penekanan terhadap dirinya.
"Bukan karena permintaan siapa pun," tegasnya.
Keputusan tersebut, lanjut Miftah, harus diambil olehnya sebagai wujud rasa cinta hormat dan tanggung jawab mendalam terhadap Bapak Presiden Prabowo Subianto serta seluruh masyarakat Indonesia.
Sebagai informasi, beberapa hari terakhir Gus Miftah dihantam sejumlah polemik.
Hal ini karena potongan video viral yang menunjukkan Gus Miftah menghina seorang pria tukang es bakul di Magelang bernama Sunhaji saat acara pengajian beberapa waktu lalu.
Gus Miftah mengeluarkan kata tidak pantas, yakni G*BL*K.
Kecaman publik muncul setelah video itu viral diberbagai platform media sosial.