viral

Setelah Memicu Demo, Neni Herlina Ngaku Sudah Berdamai dengan Menteri Satryo: Fine-fine Aja Sih Buat Kita

Kamis, 23 Januari 2025 | 21:06 WIB
Neni Herlina, Pegawai Kemendiktisaintek Setelah Viral Lakukan Demo karena Dugaan Kekerasan, Akhirnya Telah Berdamai. (instagram.com/nies08)

Neni menyebut pemecatannya dipicu oleh konflik kecil terkait pergantian meja kerja di ruangan Menteri Satryo.

Ia mengungkapkan bahwa permintaan penggantian meja itu berasal dari istri Satryo setelah pelantikan menteri.

“Waktu itu permintaan penggantian meja datang dari istrinya. Sejak saat itu, saya merasa sudah ‘ditandai’,” ujar Neni.

Ia juga mengaku dimarahi oleh Satryo terkait masalah tersebut dan diminta pindah ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Bahkan, Satryo disebut mengungkapkan hal itu di depan staf dan pegawai magang.

Baca Juga: Pegawai Kemendiktisaintek Hendak Laporkan Menteri Satryo ke DPR, Akui Direspons Titiek Soeharto: Bu Titik Ingin Ketemu Saya

“Beliau mengatakan hal itu di depan staf dan anak magang. Saya merasa itu sudah keterlaluan,” ungkap Neni.

DPR Akan Memanggil Menteri Satryo

Meski konflik antara Neni dan Menteri Satryo telah selesai, DPR Komisi X tetap akan memanggil Mendiktisaintek untuk rapat kerja (raker) pada Rabu, 22 Januari 2025.

Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian, mengungkapkan bahwa raker tersebut bertujuan membahas evaluasi kinerja dan anggaran 2024 serta persiapan program kerja dan anggaran tahun 2025.

Namun, Hetifah tidak menutup kemungkinan bahwa rapat tersebut juga akan menyinggung masalah yang terjadi di internal Kemendiktisaintek, termasuk aksi demonstrasi ASN.

“Permasalahan internal, seperti aksi demonstrasi ASN, mungkin saja akan ditanyakan pada raker nanti,” ujar Hetifah.

Baca Juga: Sudah Tahu Rekam Jejak Menteri Satryo Soemantri Brodjonegoro yang Didemo Anak Buahnya hingga Dituding Arogan ? Ternyata Lahir di Belanda

Ia menyayangkan konflik di internal Kemendiktisaintek dan berharap kementerian tersebut segera melakukan evaluasi transparan serta membuka ruang dialog persuasif agar masalah tersebut tidak mengganggu pelayanan publik.

“Apapun masalahnya, Kemendiktisaintek harus segera melakukan evaluasi internal yang transparan dan independen untuk menelusuri kebenaran tuduhan terhadap Pak Satryo,” pungkas Hetifah.

(*)

Halaman:

Tags

Terkini