Pegawai Kemendiktisaintek Hendak Laporkan Menteri Satryo ke DPR, Akui Direspons Titiek Soeharto: Bu Titik Ingin Ketemu Saya

photo author
Mas Abo Real, Kalimantan Satu
- Selasa, 21 Januari 2025 | 19:13 WIB
Neni Herlina, seorang pegawai Kemendiktisaintek yang bertugas sebagai Pranata Humas Ahli Muda sekaligus Penjabat (Pj.) Rumah Tangga Kl (Kalimantansatu.com/Dok. Humas Diktiristek)
Neni Herlina, seorang pegawai Kemendiktisaintek yang bertugas sebagai Pranata Humas Ahli Muda sekaligus Penjabat (Pj.) Rumah Tangga Kl (Kalimantansatu.com/Dok. Humas Diktiristek)

KALIMANTANSATU.COM - Senin, 20 Januari 2025, suasana berbeda terlihat di kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Sebanyak 235 pegawai kementerian itu menggelar aksi damai bertajuk "Senin Hitam".

Mereka mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol protes atas pemecatan Neni Herlina, seorang pegawai yang bertugas sebagai Pranata Humas Ahli Muda sekaligus Penjabat (Pj.) Rumah Tangga.

Pemecatan yang dialami Neni, menurut pengakuannya, dilakukan secara verbal oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro pada Jumat sore, 17 Januari 2025.

Neni menjelaskan, insiden ini berawal dari permasalahan pergantian meja kerja yang diminta oleh istri Satryo.

Baca Juga: Klarifikasi Menteri Satryo Soemantri Brodjonegoro Bantah Marah-marah dan Tampar ASN ! Istana Angkat Bicara

"Saya merasa seperti sudah ditandai sejak pertama kali ada masalah soal meja itu. Meja tersebut berada di ruang beliau, dan saya hanya diminta menggantinya. Setelah itu, saya dipanggil dan diberi peringatan keras, 'Kamu sekali lagi melakukan kesalahan, saya pecat kamu,'" ungkap Neni saat diwawancarai di sela-sela aksi.

Neni menuturkan, permintaan pergantian meja tersebut terjadi sesaat setelah Satryo dilantik sebagai Mendiktisaintek.

"Permintaan itu datang dari istrinya, saat habis pelantikan, beliau langsung beres-beres di kantor," katanya.

Hal yang membuat Neni merasa keberatan adalah cara penyampaian pemecatan tersebut, yang dilakukan di depan para staf dan bahkan pegawai magang.

"Sudah keterlaluan, disampaikan di depan anak magang dan staf-staf saya. Rasanya tidak ada penghormatan sama sekali," tambahnya.

Setelah kejadian tersebut, Neni mengaku diminta untuk pindah ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Baca Juga: Sudah Tahu Rekam Jejak Menteri Satryo Soemantri Brodjonegoro yang Didemo Anak Buahnya hingga Dituding Arogan ? Ternyata Lahir di Belanda

"Saya disuruh keluar ke Dikdasmen. Bawa barang-barang kamu," ungkapnya.

Lingkungan Kerja yang Mencekam

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mas Abo Real

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X