viral

Ada Perbedaan Sudut Pandang Kasus Penembakan WNI di Malaysia ! PM Anwar Ibrahim Berharap Tak Berpengaruh pada Hubungan dengan Indonesia

Selasa, 4 Februari 2025 | 17:27 WIB
Momen akrab antara Presiden Republik Indonesia Indonesia, Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim terjadi saat keduanya bertemu di Rumah Tangsi, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (9/1/2025). (Kalimantansatu.com/Dok. Tim Media Presiden Prabowo Subianto)

Baca Juga: Waspada, Bagaimana Flu Bisa Menjadi Pneumonia ? Penyakit Ini Membuat Pemeran Shan Cai Meteor Garden Barbie Hsu Meninggal Dunia

Anwar Ibrahim juga menyadari jika dalam memandang kasus ini, ada dua sudut pandang yang berbeda dari masing-masing negara.

“Insiden tersebut bermula dari tudingan bahwa warga negara Indonesia dianiaya oleh pihak berwenang Malaysia sehingga mengakibatkan satu orang tewas dan empat orang luka-luka,” kata Anwar Ibrahim saat berpidato di acara acara minum teh Tahun Baru Imlek di SJK (C) Chong Wha Kanthan Baru pada Jumat, 31 Januari 2025.

“Media lokal di sini memberitakan bahwa ini terkait dengan sindikat penyelundupan ilegal, sedangkan di Indonesia, tindakan kami digambarkan melanggar hukum dan tidak manusiawi,” imbuhnya.

Anwar Ibrahim juga mendesak Indonesia untuk mengatasi kekhawatiran yang berkembang mengenai penyelundupan obat-obatan terlarang dan barang ilegal ke Malaysia.

Selain itu juga masalah terkait perdagangan manusia dan penyeberangan perbatasan tanpa izin.

Baca Juga: Kisah Cinta Barbie Hsu dan DJ Koo yang Menikah Setelah 20 Tahun Putus, Kini Harus Dipisahkan Oleh Maut Hanya 5 Hari Sebelum Perayaan Anniversary

Respon Anwar Ibrahim pada pernyataan Presiden Prabowo tentang penyelidikan yang transparan

Dalam kesempatan yang sama, ia juga menanggapi tentang permintaan Presiden Prabowo kepada Malaysia untuk melakukan penyelidikan secara transparan.

“Saya mengetahui pernyataan Presiden Indonesia Prabowo Subianto yang juga meminta pengusutan menyeluruh,” ujarnya.

“Indonesia adalah teman kami, dan saya jamin penyelidikan ini akan transparan dan menyeluruh. Tidak akan ada yang ditutup-tutupi,” imbuhnya.

Laporan awal penyidikan, menurut Anwar Ibrahim akan diserahkan kepada KBRI untuk segera ditinjau.

Presiden Prabowo sempat mengungkapkan harapannya agar proses investigasi dapat dilakukan secara menyeluruh oleh pihak berwenang setempat.

Baca Juga: Ini 4 Fakta Penembakan Kepolisian Malaysia kepada 5 WNI di Selangor ! Salah Satunya Ada Perbedaan Kronologi yang Diungkap

“Iya, itu sedang kita tentunya berharap ada investigasi,” kata Presiden Prabowo di The Tribrata, Jakarta usai memberikan arahan dalam Rapat Pimpinan TNI Polri Tahun 2025 pada Kamis, 30 Januari 2025.

Halaman:

Tags

Terkini