Prospek Bisnis Jamur Merang Sangat Menjanjikan ! Yuk, Ketahui Cara Budi Daya Jamur Merang Pakai Tongkol Jagung, Hal Ini Harus Diketahui saat Menanam

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Jumat, 30 Januari 2026 | 08:27 WIB
Prospek Bisnis Jamur Merang Sangat Menjanjikan ! Yuk, Ketahui Cara Budi Daya Jamur Merang Pakai Tongkol Jagung, Hal Ini Harus Diketahui saat Penanaman (Kalimantansatu.com/Dok. Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian Kementerian Pertanian)
Prospek Bisnis Jamur Merang Sangat Menjanjikan ! Yuk, Ketahui Cara Budi Daya Jamur Merang Pakai Tongkol Jagung, Hal Ini Harus Diketahui saat Penanaman (Kalimantansatu.com/Dok. Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian Kementerian Pertanian)

4. Perawatan

Lakukan penyemprotan air sebanyak 4 ember dengan menggunakan handsprayer secara merata. Usahakan kelembapan tetap terjaga, tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering.

Tongkol jagung ditutup dengan menggunakan terpal/ plastik yang berwarna gelap secara menyeluruh, rapat, dan sempurna agar terjaga kelembapan udaranya.

Pengecekan dilakukan setiap 2–3 hari sekali dengan, membuka penutup terpal dan mengontrol kelembapannya.

Jika terlalu kering lakukan penyemprotan air secara hati-hati. Jika suhu tinggi, buka penutup agar suhu tetap stabil, lalu tutup kembali dengan rapat. 

5. Panen

Ciri-ciri jamur merang siap panen memiliki ukuran seragam, bentuk seperti pentol korek api namun lebih besar, berwarna putih/ krem bersih, segar, dan tidak layu.

Masa panen jamur merang bervariasi 10–14 hari tergantung dari kondisi media, kelembapan, dan faktor lingkungan lainnya.

Pemanenan dilakukan secara perlahan dan hati-hati menggunakan pisau, gunting, atau tangan dengan cara memotong atau mencabut jamur tanpa merusak media tumbuh jamur merang yang masih kecil, kemudian ditempatkan pada wadah yang bersih. 

Produksi rata-rata jamur merang antara 1–1,5 kg per kotak ukuran 3 m x 1 m dengan frekuensi panen dua kali dalam sebulan.

Siklus budi daya jamur berakhir saat produksi mulai menurun.

Sisa tongkol jagung dari media tanam selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik atau bahan baku energi terbarukan (syngas) melalui proses gasifikasi, sehingga mendukung sistem pertanian berkelanjutan.

(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Sumber: Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian Kementan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X