Rangkaian acara juga diperluas ke Kota Malang melalui immersive night berbasis media art serta pertunjukan budaya, yang mempertemukan praktik budaya tradisional dengan pendekatan kreatif kontemporer.
Muhammad Anwar menambahkan bahwa keterhubungan antar program menjadi kunci desain festival.
“Dari diskusi, residensi, hingga aktivasi kawasan, semuanya saling terhubung untuk membangun satu ekosistem yang utuh,” katanya.
Melalui Indonesia Culture & Creative Festival 2026, ICCN dan Yayasan Lintas Batas menargetkan lahirnya jejaring kolaborasi, riset, produk, serta rekomendasi kebijakan yang dapat memperkuat pengembangan kawasan budaya berbasis masyarakat di Indonesia.
Festival ini sekaligus menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan dapat dimulai dari penguatan budaya, yang terhubung dengan perlindungan lingkungan dan pengembangan ekonomi lokal.
(*)