Upaya Generasi Muda Mengangkat Sastra Kuno Suku Dayak Maanyan Kalimantan Tengah Lewat Lagu

photo author
Patriano Jaya Maleh, Kalimantan Satu
- Senin, 6 Juni 2022 | 21:05 WIB
Lestarikan Basa Pangunraun, Bahasa Sastra Kuno Suku Dayak Maanyan di DAS Barito Kalimantan Tengah (YouTube Mangunraun Project)
Lestarikan Basa Pangunraun, Bahasa Sastra Kuno Suku Dayak Maanyan di DAS Barito Kalimantan Tengah (YouTube Mangunraun Project)

Kalimantansatu - Pangunraun, mungkin kata ini tidak asing bagi masyarakat suku dayak Maanyan di DAS Barito, Kalimantan Tengah, namun untuk menggunakan basa Pangunraun tidak semua orang bisa.

Bahasa atau basa Pangunraun adalah bahasa sastra suku Dayak Maanyan kuno yang masih bisa dijumpai di masyarakat DAS Barito, Kalimantan Tengah.

Namun minimnya minat generasi muda suku Dayak Maanyan terhadap bahasa satra kuno ini membuat lambat laun eksistensi basa Pangunraun memudar.

Baca Juga: Kesenian Tradisional Kalimantan Tengah Karungut, Sastra Suku Dayak yang Berupa Syair atau Pantun

Untuk itu sekumpulan anak muda dari Barito Timur Kalimantan Tengah berinisiatif membuat suatu project memperkenalkan bahasa sastra dayak Maanyan kuno ini dengan gaya baru.

Melalui musik dan lagu Mangunraun Project memperkenalkan basa Pangunraun kepada dunia dan kepada generasi muda khususnya suku Dayak Maanyan.

"Mangunraun Project punya misi mengangkat bahasa Pangunraun itu sendiri" ungkap Firdhaus Komandan selaku Leader Mangunraun Project dalam video yang diunggah account YouTube Mangunraun Project.

Baca Juga: Nilai Eksotis dan Makna yang terkandung dalam Seni Ukir Sapundu dan Balontang dari Kalimantan Tengah

"Kita punya kesulitan saat anak muda ini dikasih buku ini Pangunraun 12, gini loh sini saya bisa mengajarkan bahasa Pangunraun sini, itu sangat susah," ungkap Firdhaus.

Saat ini Mangunraun Project sudah membuat 3 lagu yang menggunakan bahasa Pangunraun dan diunggah di situs berbagi video YouTube, link ketiga video ada di akhir artikel.

"Mangunraun Project membuat lagu tapi tetap mengangkat bahasa Pangunraun" ujar Firdhaus

Baca Juga: 2 Tahun 'Vakum' Festival Budaya Nansarunai Jajaka 2022 Rencanannya Akan Kembali Digelar di Barito Timur

Saat ditanya apa rencana Mangunraun Project kedepan, Firdhaus mengatakan untuk saat ini masih fokus menghasilkan karya dalam bentuk lagu dan video dengan tetap konsisten mengangkat basa Pangunraun

"Ini adalah tanggung jawab kita bersama sebagai generasi muda, jika anda masih merasa generasi muda dan anda adalah orang Dayak Maanyan, ini adalah sebuah rasa yang harus kita wujudkan" ungkapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Patriano Jaya Maleh

Sumber: YouTube Mangunraun Project

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X