Apa itu Biofuel ? Yuk Ketahui Biofuel itu Apa, Jenis Biofuel dan Manfaat Biofuel Untuk Kehidupan Manusia

photo author
Tim Kalimantan Satu 02, Kalimantan Satu
- Selasa, 16 Januari 2024 | 14:39 WIB
Ilustrasi tumbuhan bisa menjadi biofuel (Kalimantansatu.com/Pixabay ybernardi)
Ilustrasi tumbuhan bisa menjadi biofuel (Kalimantansatu.com/Pixabay ybernardi)

Beberapa kelemahan biofuel terutama terjadi pada sumber biofuel dengan keanekaragaman rendah—jagung, kedelai, tebu, kelapa sawit—yang merupakan tanaman pertanian tradisional.

Salah satu alternatifnya melibatkan penggunaan campuran spesies yang sangat beragam , dengan padang rumput tinggi di Amerika Utara sebagai contoh spesifiknya.

Mengonversi lahan pertanian terdegradasi yang tidak lagi berproduksi menjadi sumber biofuel dengan keanekaragaman tinggi dapat meningkatkan luas satwa liar, mengurangi erosi, membersihkan polutan yang terbawa air, menyimpan karbon dioksida dari udara sebagai senyawa karbon di dalam tanah, dan pada akhirnya memulihkan kesuburan lahan terdegradasi.

Biofuel tersebut dapat dibakar secara langsung untuk menghasilkan listrik atau diubah menjadi bahan bakar cair seiring dengan berkembangnya teknologi.

Cara yang tepat untuk menanam biofuel untuk memenuhi semua kebutuhan secara bersamaan akan terus menjadi bahan eksperimen dan perdebatan, namun pertumbuhan pesat dalam produksi biofuel kemungkinan akan terus berlanjut.

Di Amerika Serikat, Undang-Undang Kemandirian dan Keamanan Energi tahun 2007 mengamanatkan penggunaan 136 miliar liter (36 miliar galon) biofuel setiap tahunnya pada tahun 2022, peningkatan enam kali lipat dibandingkan tingkat produksi tahun 2006.

Perundang-undangan tersebut juga mensyaratkan, dengan ketentuan tertentu, bahwa 79 miliar liter (21 miliar galon) dari jumlah total tersebut merupakan bahan bakar nabati selain etanol yang berasal dari jagung, dan peraturan tersebut melanjutkan subsidi pemerintah dan insentif pajak tertentu untuk produksi bahan bakar nabati.

Salah satu keunggulan biofuel adalah, jika dikombinasikan dengan teknologi baru yang disebut penangkapan dan penyimpanan karbon, proses produksi dan penggunaan biofuel mungkin mampu menghilangkan karbon dioksida dari atmosfer secara terus-menerus.

Berdasarkan visi ini, tanaman biofuel akan menghilangkan karbon dioksida dari udara seiring pertumbuhannya, dan fasilitas energi akan menangkap karbon dioksida yang dilepaskan saat biofuel dibakar untuk menghasilkan listrik.

Karbon dioksida yang ditangkap dapat diserap (disimpan) dalam penyimpanan jangka panjang seperti formasi geologi di bawah tanah, dalam sedimen laut dalam, atau dalam bentuk padatan seperti karbonat.

(Tim Kalimantan Satu 02)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: Britannica

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X