Apa itu Biofuel ? Yuk Ketahui Biofuel itu Apa, Jenis Biofuel dan Manfaat Biofuel Untuk Kehidupan Manusia

photo author
Tim Kalimantan Satu 02, Kalimantan Satu
- Selasa, 16 Januari 2024 | 14:39 WIB
Ilustrasi tumbuhan bisa menjadi biofuel (Kalimantansatu.com/Pixabay ybernardi)
Ilustrasi tumbuhan bisa menjadi biofuel (Kalimantansatu.com/Pixabay ybernardi)

Baca Juga: Otoriter itu apa ? Dikenal Sebagai Gaya Kepemimpinan. Ketahui Apa itu Otoriter, Ciri ciri Otoriter, Kelebihan Otoriter dan Kekurangan Otoriter

Di Amerika Serikat, biofuel etanol dibuat terutama daribiji jagung (jagung), dan biasanya dicampur denganbensin untuk menghasilkan “gasohol,” bahan bakar yang mengandung 10 persen etanol.

Di Brazil, biofuel etanol dibuat terutama dari tebu, dan umumnya digunakan sebagai bahan bakar etanol 100 persen atau dalam campuran bensin yang mengandung etanol 85 persen.

Berbeda dengan biofuel etanol “generasi pertama” yang dihasilkan dari tanaman pangan, etanol selulosa “generasi kedua” berasal dari biomassa bernilai rendah yang memiliki kandungan energi tinggi.kandungan selulosa, termasuk serpihan kayu, sisa tanaman, dan sampah kota.

Etanol selulosa umumnya dibuat dari ampas tebu , produk limbah pengolahan gula, atau dari berbagai rumput yang dapat dibudidayakan di lahan berkualitas rendah.

Mengingat tingkat konversi yang lebih rendah dibandingkan dengan biofuel generasi pertama, etanol selulosa sebagian besar digunakan sebagai bahan tambahan bensin.

Biofuel cair kedua yang paling umum adalah biodiesel, yang dibuat terutama dari tanaman berminyak (seperti kedelai ataukelapa sawit) dan pada tingkat yang lebih rendah dari sumber berminyak lainnya (seperti lemak sisa memasak dari penggorengan di restoran).

Biodiesel, yang paling banyak diterima di Eropa, digunakan dimesin diesel dan biasanya dicampur dengan bahan bakar solar dalam berbagai persentase.

Baca Juga: Gelar GR Itu Apa ? Kamu Wajib Tahu Apa itu Gelar GR, Tujuan PPG dan Kualifikasi PPG Sesuai Permendikbud Nomor 87 Tahun 2013

Penggunaan alga dan cyanobacteria sebagai sumber biodiesel “generasi ketiga” cukup menjanjikan namun sulit dikembangkan secara ekonomi.

Beberapa spesies alga mengandung hingga 40 persen berat lipid, yang dapat diubah menjadi biodiesel atau minyak bumi sintetis.

Beberapa perkiraan menyatakan bahwa alga dan cyanobacteria dapat menghasilkan bahan bakar antara 10 dan 100 kali lebih banyak per satuan luas dibandingkan biofuel generasi kedua.

Biofuel lainnya termasuk gas metana dan biogas -yang dapat diperoleh dari dekomposisi biomassa tanpa adanya oksigen - dan metanol, butanol, dan dimetil eter - yang sedang dalam pengembangan.

Baca Juga: Apa itu Badai Matahari ? Waduh, Para Ilmuwan Prediksi Puncak Badai Matahari Terjadi Tahun 2024 ! Sahabat, Sudah Tahu Badai Matahari itu Apa ?

Pertimbangan ekonomi dan lingkungan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: Britannica

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X