Apa itu IRA atau Irish Republican Army ? Dibentuk Tahun 1919 Sebagai Penerus Relawan Irlandia, Menggunakan Kekuatan Bersenjata Melawan Inggris

photo author
Tim Kalimantan Satu 02, Kalimantan Satu
- Rabu, 17 Januari 2024 | 19:15 WIB
Ilustrasi perang (Kalimantansatu.com/Pixabay ThePixelman)
Ilustrasi perang (Kalimantansatu.com/Pixabay ThePixelman)

KALIMANTANSATU.COM - Ketahui apa itu IRA dengan membaca artikel ini hingga tuntas.

IRA singkatan dari Irish Republican Army.

Jika diartikan dalam Bahasa Indonesia adalah Tentara Republik Irlandia.

IRA adalah organisasi paramiliter republik yang mengupayakan pembentukan republik, akhir dari pemerintahan Inggris di Irlandia Utara dan reunifikasi Irlandia.

IRA dibentuk pada tahun 1919 sebagai penerus Relawan Irlandia, sebuah organisasi nasionalis militan yang didirikan pada tahun 1913.

Dilansir Britannica, tujuan IRA adalah menggunakan kekuatan bersenjata untuk membuat pemerintahan Inggris di Irlandia tidak efektif dan dengan demikian membantu mencapai tujuan yang lebih luas dari sebuah negara republik merdeka, yang di tingkat politik dikejar oleh Sinn Féin, partai nasionalis Irlandia.

Baca Juga: Apa itu Separatisme ? Ketahui Motivasi Dibalik Gerakan Separatisme dan Contoh Separatisme yang Pernah Terjadi di Dunia

Namun, sejak awal berdirinya, IRA beroperasi secara independen dari kendali politik dan dalam beberapa periode justru mengambil alih gerakan kemerdekaan.

Keanggotaannya tumpang tindih dengan Sinn Féin.

Teknik Gerilya

Selama Perang Inggris-Irlandia (Perang Kemerdekaan Irlandia, 1919–21) IRA, di bawah kepemimpinan Michael Collins, menggunakan taktik gerilya—termasuk penyergapan, penggerebekan, dan sabotase—untuk memaksa pemerintah Inggris bernegosiasi.

Penyelesaian yang dihasilkan membentuk dua entitas politik baru: Negara Bebas Irlandia, yang terdiri dari 26 kabupaten dan diberikan status kekuasaan di Kerajaan Inggris; dan Irlandia Utara, terdiri dari enam kabupaten dan kadang-kadang disebut provinsi Ulster, yang tetap menjadi bagian dari Britania Raya.

Namun, ketentuan ini terbukti tidak dapat diterima oleh sejumlah besar anggota IRA.

Akibatnya organisasi tersebut terpecah menjadi dua faksi, satu (di bawah kepemimpinan Collins) mendukung perjanjian tersebut dan yang lainnya (di bawah kepemimpinan Collins Eamon, de Valera) menentangnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: Britannica

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X