KALIMANTANSATU.COM - Sudah tahu apa itu separatisme ? Jika belum, mari kita belajar agar mengetahui separatisme itu apa.
Separatisme adalah gagasan atau kegiatan yang menganjurkan pemisahan suatu kelompok atau kesatuan wilayah dari suatu negara (negara), lembaga negara, atau kelompok yang lebih besar, biasanya dalam bentuk otonomi atau kemerdekaan.
Pengujian hubungan kompleks antara intensitas separatisme dan tujuan serta motivasinya secara lintas negara atau di dalam masing-masing negara merupakan salah satu penelitian utama dalam ilmu-ilmu sosial.
Analisis sistematis terhadap fenomena ini tersedia dalam ilmu politik , sosiologi, antropologi, psikologi sosial, dan geografi.
Dilansir Encyclopedia, berkenaan dengan intensitas, para sarjana membedakan antara separatisme laten yang berupa keyakinan, sikap, narasi, ideologi, serta ingatan kolektif akan status otonom atau independen di masa lalu, dan separatisme aktif yang dapat bersifat damai (petisi, ketidakpatuhan terhadap hukum nasional, pembentukan gerakan separatis, dan unjuk rasa atau demonstrasi) atau kekerasan (pengrusakan properti, pemukulan, kerusuhan, serangan gerilya, aksi teroris, dan perang saudara).
Intensitas separatisme juga berkaitan dengan skala dan sifat tuntutan separatis.
Pada skala paling bawah adalah tuntutan kelompok atau komunitas untuk mendapatkan bagian pendapatan ekonomi yang lebih besar atau untuk meningkatkan status budaya dan gaya hidup mereka tanpa melibatkan perubahan konstitusi atau dasar hukum lain dari sebuah negara-bangsa.
Contohnya adalah sebagian besar manifestasi separatisme kota atau suku di Amerika Serikat ; separatisme provinsi di Eropa, Tiongkok, dan Federasi Rusia; dan pembangkangan sektarian (misalnya, Nation of Islam di Amerika Serikat, Old Believers di Gereja Ortodoks Rusia).
Dalam kasus terakhir, sektarian mengacu pada pelepasan diri dari kelompok agama dasar kelompok tersebut, dan dissidence mengacu pada kelompok-kelompok yang berupaya untuk memisahkan diri dari masyarakat dan pemerintah dengan cara-cara yang penting.
Pada tingkat yang lebih tinggi adalah tuntutan untuk mengubah konstitusi atau undang-undang dasar negara lainnya untuk mendesentralisasikan kewenangan pemerintahan dalam suatu negara bagian demi kepentingan unit administratif konstituen (provinsi).
Biasanya berkaitan dengan proses pemilu, penunjukan pemerintah, perpajakan, kendali atas sumber daya alam dan prinsip-prinsip ekonomi, kegiatan, penggunaan bahasa, pendidikan, peraturan gereja, dan masalah budaya dan simbolik lainnya.
Pada akhir abad kedua puluh dan awal abad kedua puluh satu, jenis tuntutan separatis ini secara sistematis diilustrasikan oleh gerakan yang dikenal sebagai “ parade kedaulatan ” di Rusia pasca-Soviet (1991 – 1999).
Artikel Terkait
Apa itu Badai Matahari ? Waduh, Para Ilmuwan Prediksi Puncak Badai Matahari Terjadi Tahun 2024 ! Sahabat, Sudah Tahu Badai Matahari itu Apa ?
Gelar GR Itu Apa ? Kamu Wajib Tahu Apa itu Gelar GR, Tujuan PPG dan Kualifikasi PPG Sesuai Permendikbud Nomor 87 Tahun 2013
Apa itu Stunting ? Lagi Gencar Dientaskan Pemerintah Indonesia untuk Menyongsong Generasi Emas 2045, Ini Penyebab Stunting dan Cara Mengukur Stunting
Otoriter itu apa ? Dikenal Sebagai Gaya Kepemimpinan. Ketahui Apa itu Otoriter, Ciri ciri Otoriter, Kelebihan Otoriter dan Kekurangan Otoriter
Bedrest itu Apa ? Terkadang Disarankan Dokter Kepada Ibu Hamil ! Ketahui Apa itu Bed Rest, Penyebab Bed Rest dan Jenis Bed Rest saat Hamil
Apa itu Love Language ? Sahabat, Sudah Tahu Love Language itu Apa dan 5 Jenis Love Language agar Hubungan Langgeng