Kita Bahas Yuk, Generasi Muda Harus Melek Politik ! Marak Tren Politik Dinasti di Pilkada 2024, Ternyata Ini Faktor di Balik Adanya Tentakel Kekuasaan

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Sabtu, 7 September 2024 | 12:00 WIB
Ilustrasi tentakel gurita dan sorot mata ambisius (Kalimantansatu.com/Pixabay V_M)
Ilustrasi tentakel gurita dan sorot mata ambisius (Kalimantansatu.com/Pixabay V_M)

Politik dinasti erat menggambarkan kekuatan yang mengarah pada upaya mempertahankan kekuasaan terpusat pada lingkup golongan atau keluarga tertentu.

Pemusatan kekuasaan ini dikhawatirkan akan mendorong praktik penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power), sehingga kekuasaannya menjadi sangat absolute.

Selain itu, pemusatan kekuasaan tersebut akan membuat seseorang semakin mudah memperoleh kekuasaan yang mutlak, dan semakin tinggi potensi penyalahgunaan kekuasaan.

Akibatnya, kepala daerah maupun pejabat pemerintahan lain yang terpapar politik dinasti pada akhirnya melakukan praktik korupsi dan nepotisme.

Memperluas Tentakel Kekuasaan

Politik dinasti terjadi sejak era Pilkada yang dipilih secara tidak langsung oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Politik dinasti tak jarang dibangun oleh para elit politik lokal atau dengan memanfaatkan para elit politik lokal dengan memanfaatkan demokrasi yang terdesentralisasi.

Kesempatan ini mendorong keinginan atau ambisi dari keluarga petahana atau pejabat pemerintah lainnya.

Anggota keluarga akan menjadi tentakel kekuasaan yang akan kembali maju dalam kontestasi pemilihan berikutnya.

Tentakel tersebut dapat melalui istri, suami, anak, menantu, saudara, maupun kerabat keluarga.

Dengan kata lain, politik dinasti menjadi sebuah kekuasaan daerah yang (akan) dijalankan oleh sekelompok orang yang terikat dalam hubungan darah atau keluarga dekat.

(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: Perludem, Kalimantansatu.com, Journal Unilak, Rumah Pemilu, Nagara Institute

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X