edukasi

Apa itu Separatisme ? Ketahui Motivasi Dibalik Gerakan Separatisme dan Contoh Separatisme yang Pernah Terjadi di Dunia

Rabu, 17 Januari 2024 | 17:16 WIB
Ilustrasi pemberontak separatis (Kalimantansatu.com/Pixabay HOCKULUS)

KALIMANTANSATU.COM - Sudah tahu apa itu separatisme ? Jika belum, mari kita belajar agar mengetahui separatisme itu apa.

Separatisme adalah gagasan atau kegiatan yang menganjurkan pemisahan suatu kelompok atau kesatuan wilayah dari suatu negara (negara), lembaga negara, atau kelompok yang lebih besar, biasanya dalam bentuk otonomi atau kemerdekaan.

Pengujian hubungan kompleks antara intensitas separatisme dan tujuan serta motivasinya secara lintas negara atau di dalam masing-masing negara merupakan salah satu penelitian utama dalam ilmu-ilmu sosial.

Analisis sistematis terhadap fenomena ini tersedia dalam ilmu politik , sosiologi, antropologi, psikologi sosial, dan geografi.

Dilansir Encyclopedia, berkenaan dengan intensitas, para sarjana membedakan antara separatisme laten yang berupa keyakinan, sikap, narasi, ideologi, serta ingatan kolektif akan status otonom atau independen di masa lalu, dan separatisme aktif yang dapat bersifat damai (petisi, ketidakpatuhan terhadap hukum nasional, pembentukan gerakan separatis, dan unjuk rasa atau demonstrasi) atau kekerasan (pengrusakan properti, pemukulan, kerusuhan, serangan gerilya, aksi teroris, dan perang saudara).

Intensitas separatisme juga berkaitan dengan skala dan sifat tuntutan separatis.

Baca Juga: Apa itu Personal Selling ? Yuk Ketahui Personal Selling itu Apa, Ciri Personal Selling, Tujuan Personal Selling dan Bentuk Personal Selling

Pada skala paling bawah adalah tuntutan kelompok atau komunitas untuk mendapatkan bagian pendapatan ekonomi yang lebih besar atau untuk meningkatkan status budaya dan gaya hidup mereka tanpa melibatkan perubahan konstitusi atau dasar hukum lain dari sebuah negara-bangsa.

Contohnya adalah sebagian besar manifestasi separatisme kota atau suku di Amerika Serikat ; separatisme provinsi di Eropa, Tiongkok, dan Federasi Rusia; dan pembangkangan sektarian (misalnya, Nation of Islam di Amerika Serikat, Old Believers di Gereja Ortodoks Rusia).

Dalam kasus terakhir, sektarian mengacu pada pelepasan diri dari kelompok agama dasar kelompok tersebut, dan dissidence mengacu pada kelompok-kelompok yang berupaya untuk memisahkan diri dari masyarakat dan pemerintah dengan cara-cara yang penting.

Pada tingkat yang lebih tinggi adalah tuntutan untuk mengubah konstitusi atau undang-undang dasar negara lainnya untuk mendesentralisasikan kewenangan pemerintahan dalam suatu negara bagian demi kepentingan unit administratif konstituen (provinsi).

Biasanya berkaitan dengan proses pemilu, penunjukan pemerintah, perpajakan, kendali atas sumber daya alam dan prinsip-prinsip ekonomi, kegiatan, penggunaan bahasa, pendidikan, peraturan gereja, dan masalah budaya dan simbolik lainnya.

Pada akhir abad kedua puluh dan awal abad kedua puluh satu, jenis tuntutan separatis ini secara sistematis diilustrasikan oleh gerakan yang dikenal sebagai “ parade kedaulatan ” di Rusia pasca-Soviet (1991 – 1999).

Baca Juga: Apa itu Imaji ? Sahabat, Untuk Mengetahui Imaji itu Apa, Berikut Ini Pengertian Imaji Menurut Pendapat Para Ahli

Halaman:

Tags

Terkini