IHSG BEI Hari Ini Melemah 9,16 Persen, Pengamat Sebut 50 Negara Siap Nego Imbas Dampak Tarif Impor Amerika Serikat

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Selasa, 8 April 2025 | 14:29 WIB
Potret Gedung Indonesia Stock Exchange (IDX) atau Bursa Efek Indonesia (BEI). (Kalimantansatu.com/Unsplash Ruben Sukatendel)
Potret Gedung Indonesia Stock Exchange (IDX) atau Bursa Efek Indonesia (BEI). (Kalimantansatu.com/Unsplash Ruben Sukatendel)

KALIMANTANSATU.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka pada sesi perdagangan pertama setelah libur Lebaran 2025 hari ini, Selasa, 8 April 2025.

Tercatat, IHSG BEI melemah 596,33 poin atau 9,16 persen ke posisi 5.914,28.

Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 92,61 poin atau 11,25 persen ke posisi 651,90.

Berkaca dari hal itu, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus sebelumnya memproyeksikan IHSG berpotensi akan bergerak melemah terdampak sentimen kebijakan tarif impor oleh Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: Dibuka pada Selasa 8 April 2025, IHSG Bursa Efek Indonesia Melemah 9,16 Persen

"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah dengan support dan resistance 6.200 - 6.570," tutur Nico dalam analisisnya kepada awak media di Jakarta, pada Selasa, 8 April 2025.

Nico menyebut dampak kebijakan tarif impor AS belum akan berakhir.

Hal itu terjadi meskipun terdapat lebih dari 50 negara yang mengajukan negosiasi.

Sebab, Nico menilai negosiasi itu masih membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk bisa melakukan penyesuaian dan kesepakatan.

"Sehingga, rasanya kalau dikatakan bahwa setelah negosiasi pasar akan stabil, mungkin jauh dari kata tenang untuk saat ini," ungkapnya.

"Setiap kenaikan pasar yang terjadi, mungkin akan menjadi alasan untuk terjadinya penurunan lebih dalam lagi," sambung Nico.

Baca Juga: Menyoal Kebijakan Tarif Impor Donald Trump, Presiden Prabowo Subianto: Kita akan Cari Jalan Keluar

Nico menyoroti, meskipun banyak negara berencana datang kepada Trump namun beberapa negara justru berdiri dengan teguh melawan Trump.

Salah satunya, China yang menyatakan siap berperang ketika AS menginginkannya.

Nico menilai respon China menjadi sebuah tekanan bagi pelaku pasar dan investor, pasalnya China akan mengenakan tarif sebesar 34 persen untuk semua impor AS mulai 10 April 2025 mendatang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X